Anggia baru saja keluar dari ruangan Aslan. Seingatnya sudah dari kemarin ia tidak melihat pria tersebut berada di kantor. Kalau pun Aslan ada dinas di luar kota, harusnya Anggia tahu. Tapi, ini tidak ada kabar atau pemberitahuan sama sekali. Walaupun kemarin sempat berseteru, dirinya berusaha profesional. Terlebih ada masalah pekerjaan juga yang harus Anggia laporkan kepada Aslan. Hanya saja, ia sedikit kesulitan. Saat berusaha menghubungi Aslan, pria itu tidak sekali pun menjawab telponnya. "Aslan kemana, sih?" decak Anggia di luar ruangan Aslan. Tadinya, ia malas sekali bertanya kepada sekretaris Aslan yang standby di depan ruangan. Pun biasanya kalau ingin bertemu Aslan, dirinya langsung masuk saja ke ruangan. Tapi, karena tidak ada cara lain, mau tidak mau Anggia menghampiri. "As

