Natla: Saya Sadar Sosok Raja benar-benar berdiri di depan gue sekarang. Raut wajah datar sekaligus angkuhnya sedang menatap gue dari atas sampai ke bawah. Terang aja gue ikut menundukkan kepala mengamati penampilan gue sendiri. Kenapa? Ada masalah emang? Raja nggak pernah melihat cewek cantik kayak gue cuma pake daster pas malam minggu? "Gimana caranya lo bisa masuk sini?" Gue mendorong bahunya. Menatap ke sekitaran mencari keberadaan orang tua gue atau pun Davian. "Gue nggak ada buka pintu buat orang asing padahal." Kedua alis tebal Raja saling bertaut seakan nggak nyaman gue sebut sebagai orang asing. Kenapa? Bukannya dia memang orang asing ya? Kita pernah dekat selama ini? Nggak! Selain mantan guru dan siswinya, kita nggak punya hubungan apa pun yang bisa membuat orang-orang salah

