Natla: Jadi Bucin Di hari minggu pagi, gue udah dijemput sama Raja dong! Masih memakai setelan piama, asyik pelukan sama guling lalu menarik selimut lebih tinggi sewaktu bahu gue ditepuk sama seseorang dari belakang. Gue pikir itu Mami. Karena Mami sering ngomel setiap gue berniat bangun siang di hari libur. Tepukan di bahu lalu berpindah ke kepala sesekali diusap, lama-lama gue bangun juga. Gue merasa terganggu dong! Awas aja kalau sampai gue balik badan, ternyata itu Davian, beneran gue cekik sampai mampus dia! "Apa?" Raja menegur gue sembari melebarkan kedua matanya, kemudian terkekeh geli. Rambut panjang gue udah nggak keruan. Bahkan setengahnya menutupi wajah gue. Ini gue lagi mimpi apa gimana sih? Kok, pas gue buka mata, yang muncul malah wajahnya Raja. Parfum yang gue hapa

