Natla: Kamu Berhak Tahu "Kamu ngerjain semuanya?" Gue mengangguk. "Sendiri?" tanyanya lagi. Gue berdiri di depan Raja sembari berkacak pinggang. "Iya lah. Masa aku tega minta dibantuin Fatia?" "Aku minta kamu dateng, bukan buat beres-beres rumah." Gue berdecak, pura-pura sebal. "Kalau nggak mau aku beres-beres rumah kamu, tolong dibiasakan semuanya udah rapi." Karena dipancing, berakhir gue yang mengomeli laki-laki itu. Raja mengekor di belakang gue. Ke mana pun gue pergi, entah ke dapur, ke depan, menjemur cucian di belakang, Raja terus mengekori gue dan nggak berhenti protes. "Waktu aku nyampek, aku udah dikasih pemandangan jaket di sofa, bungkus rokok di meja, piring kotor numpuk di dapur, apa lagi di kamar!" keluh gue sambil menepuk kening. "Gimana bisa aku duduk manis

