Rasa nyeri itu terus menjalari hati Elena, entah apa sebabnya hingga ia jadi merasa terluka melihat Adrian dan Renata. Elena berpikir, mungkin karena Adrian mengatakan bahwa dirinya sibuk dan tidak bisa mengantarkannya tapi justru malah pergi dengan mantan kekasihnya. Ia terus menatap mobil Adrian hingga bayangannya lenyap dari pelupuk matanya, perlahan ia berjalan gontai menuju keluar Apartement. Pikirannya kini menjadi kacau dan perasaannya pun campur aduk, bukankah seharusnya ia tidak berhak merasa kesal seperti ini. Saat ini ia justru merasa kesal pada dirinya sendiri, baru saja berjalan beberapa langkah meninggalkan gedung apartement. Sebuah mobil berwarna putih berhenti di sampingnya, pikiran Elena yang kacau membuatnya tidak menyadari dan terus berjalan dengan tatapan kosong. Bahka

