Waktu kini tepat menunjukan pukul 8 malam, Adrian terlihat masih berjibaku dengan sisa-sisa tumpukan berkas, untungnya hanya tersisa beberapa berkas lagi. Saat ini yang tersisa dikantor hanyalah Adrian dan Sarah, keduanya fokus untuk secepat mungkin menyelesaikan pekerjaannya. Tok. Tok. Tok. Suara ketukan pintu mengagetkan keduanya, pintu terbuka dan wajah Sandi kini muncul dari balik pintu. Sepertinya Sandi berniat mengganggu Adrian malam ini. “Waahhh, lihatlah betapa rajinnya Pak Presdir satu ini.” goda Sandi. Adrian yang kelelahan tidak berniat meladeni ejekan dari Sandi. “Mau apa kau datang?” tanya Adrian tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas yang dibacanya sejak tadi. “Tidak, aku hanya mampir sebentar. Ternyata benar dugaanku, kau pasti masih ada dikantor.” “Hey Sarah.” S

