Adrian terperangah, ia bahkan seperti orang yang baru saja melihat hantu menyadari Elena yang kini berdiri di hadapannya. Rasanya baru beberapa saat yang lalu dirinya sibuk mencari keberadaan Elena di beberapa titik tempat, tapi saat ini Elena yang datang dengan sendirinya. “Duduklah.” perintah nyonya Lucy. Adrian belum mengatakan sepatah kata pun, ia membiarkan Elena melakukan apa yang ingin dilakukannya. “Baik tante.” sahutnya pelan, ia berjalan mendekati Adrian yang sudah lebih dulu duduk disana. Adrian dan Elena duduk di sebuah gazebo taman keluarga yang ada disana, Sesekali Elena melirik ke arah Adrian. Elena terlihat menggerakkan bibirnya menggambarkan tulisan maaf, namun Adrian tidak meresponnya. Menyadari Adrian yang tidak meresponnya membuat Elana tertunduk lesu dan merasa

