Rania tengah menyisir rambut Lyra, sejak kecil dirinya memang selalu rajin menyisiri rambut Lyra. Dia selalu mengurus Lyra sepenuh hati, walau hanya seorang single mom tapi Rania tidak pernah menyesali keadaannya. Ayah Lyra sudah meninggal sejak Lyra masih berusia 5 tahun, ayahnya yang seorang warga negara asing hanya datang sesekali untuk menemui mereka. Setelahnya ia harus kembali ke nagara asalnya. Dari ayahnya lah Lyra memperoleh mata coklat hazel, kulit putih, dan warna rambut kecoklatan. Lyra hampir tidak mengingat wajah ayahnya, hanya beberapa foto yang sesekali ditunjukkan oleh Rania. Ia tidak ingin Lyra melupakan sosok ayahnya, meski secara fakta ayahnya tidak benar-benar ada untuk ibunya. Bahkan ayahnya meninggal dinegara asalnya, bukan di kampung halaman mereka. “Nah sudah sel

