Elena langsung menepis tangan Adrian yang masih terus menggenggam tangannya saat Renata sudah pergi. Dia benar-benar kesal karena di manfaatkan untuk membuat Renata cemburu dan kesal. Tapi lagi-lagi Elena ingat, seperti itulah tujuan Adrian memintanya menjadi kekasih bayaran. “Maafkan aku.” kata Adrian yang menyadari raut kekesalan diwajah Elena. “Sudahlah.” sahut Elena pasrah. “Renata sangat menyukai kopi di cafe ini, aku sering mengajaknya kesini. Mungkin itu sebabnya dia datang kesini untuk membeli kopi favorite nya.” jelas Adrian menjelaskan. “Ehhh, kenapa kau menceritakannya padaku? Aku bahkan tidak peduli.” jawab Elena kesal. “Hmmm, mungkin saja kau ingin tau.” “Tidak ingin tau sama sekali.” Sahut Elena acuh. “Kalau begitu bagaimana? Kau mau menemaniku ke pesta Renata besok?

