Kemarahan

1817 Words

Adrian melajukan mobilnya dengan begitu kencang, wajahnya pun tampak sedang memendam amarah. Ia begitu marah atas apa yang terjadi, ia juga merasa bersalah karena ada orang yang terluka karena dirinya. Jika saja dirinya tidak memprovokasi Mark, mungkin saja Elena tidak akan mengalami kejadian buruk seperti ini. Adrian hanya berusaha untuk mengulur waktu hingga polisi tiba, tanpa mengetahui bahwa Mark adalah orang yang tega dan menakutkan. Dia pun teringat akan wajah Elena yang harus terluka karena perbuatan Mark. “Menyebalkan.” maki Adrian sambil memukul setir mobilnya. Setibanya dikantor polisi, Adrian langsung mencari sosok yang paling sangat ingin di hajarnya habis-habisan, saat tatapannya menangkap sosok Mark yang tengah duduk di meja polisi untuk memberikan keterangan. Adrian seper

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD