Renata terus menyibakkan rambutnya, Kalung itu terus saja terlihat. Elena merasa sangat tidak nyaman. Dia ingin segera mengakhiri pembicaraan ini, namun lidahnya terasa kelu, kakinya pun terasa lemas. “Yah senang bertemu denganmu disini Renata.” jawab Sandi datar, dia tidak ingin meladeni wanita ini. “Dimana Adrian? Kalian terlihat hanya berdua.” tanyanya tanpa ragu, wanita ini benar-benar tidak tau diri. Dia menanyakan Adrian tanpa rasa tidak nyaman sama sekali. “Dia sedang pergi keluar negeri. Ehh, maafkan kami. Kami harus segera mencari nyonya Lucy.” Kata Sandi mencoba menutup pembicaraan tidka berguna tersebut. “Ohh tentu saja silahkan.” kata Renata. Dalam hati Elena merasa sangat bersyukur Sandi dengan sigap mengakhiri pembicaraan tersebut. Namun saat akan pergi, tiba-tiba Re

