Killian berdiri di belakang kursi yang diduduki oleh Flo, lalu memegang sisi kursi dan menunduk untuk berbisik tepat di telinga Flo, “Hal itu adalah, mimpi. Kau hadir dalam mimpiku, Flo. Anehnya lagi, kau hadir dalam mimpi erotis yang membuatku bangun dalam kondisi tegang di pagi harinya. Kondisi yang sangat aneh, sekaligus membuatku tertarik. Aku tertarik menjadikan mimpiku itu menjadi sebuah kenyataan.” Flo yang mendengar bisikan tersebut tentu saja merasa sangat gelisah. Ia bahkan terlihat tidak bisa mengendalikan ekspresinya yang sontak saja memucat. Dari posisinya saat ini, Killian bahkan bisa melihat bahu Flo yang rapuh terlihat bergetar. Meskipun begitu, Killian terlihat tidak merasa bersalah sudah membuat Flo berada dalam situasi seperti itu. Jujur saja, ia malah merasa senang kar
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


