"Sean, main ayunan yuk" ajak Yena "Tapi ayunannya tinggal satu, yang lainnya udah dipake" ucap Sean setelah melihat semua ayunan sudah digunakan oleh anak-anak lain "Nggak papa nanti kita bisa gantian" kata Yena meyakinkan Sean "Oke, ayok" setuju Sean dan menggandeng Yena menuju ayunan tersebut "Kamu naik duluan aja biar aku yang dorong" suruh Sean "Nanti kita gantian ya" jawab Yena senang Yena mulai mendaratkan pantatnya diayunan dan kemudian Sean mendorong ayunan tersebut agar terayun lebih kencang. Sean semakin lama semakin kencang mendorong ayunannya sampai Yena harus berteriak histeris antara senang dan takut. "Sean jangan keras-keras dorongnya!" teriak Yena sembari terkikik merasa ada yang menggelitik bagian dalam perutnya Mendengar teriakan Yena, Seanpun memelankan doron

