Mobil terguncang membuat kepala Ara terdorong ke depan. Rasa lembut menyentuh bibirnya. Ara menegang tidak berani membuka matanya, sementara Julian membolakan mata, kaget. Julian mencium Ara? Ia segera menarik kembali tubuhnya duduk di kursi kemudi. Ara segera memalingkan wajahnya ke kaca, tidak berani menatap Julian yang masih syok. Julian segera menenangkan perasaannya. Ia segera keluar untuk melihat apa yang terjadi pada mobilnya. Dua remaja sedang tertindih motor, mereka segera bangun sambil memegangi kaki yang terluka. Julian menatap bagian mobilnya yang penyok akibat ditabrak dua remaja itu. Anehnya, Julian tidak marah sedikit pun, ia malah terseyum tipis lalu bertanya keadaan dua remaja pria yang belum cukup umur untuk berkendara. “Kalian gak apa-apa?” tanya Julian. “Maaf, Om,

