Ara menutup matanya rapat-rapat. Hanya mereka berdua di rumah itu membuat Ara was-was. Sebagai wanita yang belum pernah dekat dengan pria seperti ini Ara harus lebih waspada. Ia sudah siap menolak kalau Julian melakukan sesuatu di luar batas pacaran. Jantungnya berdebar-debar sampai membuat dirinya susah bernapas. "Jidat kamu lebar juga, " celetuk Julian membuat Ara mendongkak. Baru saja gadis itu menatap Julian sebuah kecupan di dahi mendarat sempurna. Wajah Ara memerah, tubuhnya seketika panas. Melihat reaksi Ara membuat Julian terkekeh geli. Ia sendiri tidak tahu apakah tindakannya terlalu berlebihan. Julian menautkan tangan kirinya pada Ara lalu membawa gadis itu ke kamar lantai bawah. Ara tersadar kemudian menghempaskan tangan Julian kasar. "Saya bukan wanita seperti itu. Kalau k

