Saat kamu pulang, kamu sempat pamit tapi aku gak peduliin. Aku hanya memberikanmu kaos mengganti bajumu yang rusak. “Halo Ayah…” “Halo Eza, kenapa nak?” “Kamis ini kamu udah ujian tutup kan? Kenapa? duit kamu kurang?” tanya Ayah lagi karena aku hanya terdiam. “Yah…” “Apa sih, kamu kok lemes gitu.” “Ayah, Eza pengen berhenti kuliah. Eza pengen kembali. Eza gak betah disini” Ayahku hanya terdiam. “Ayah…” “Iya nak, kamu ada masalah apa? Ngomong sama ayah, siapa tahu ayah bisa bantu. Tinggal selangkah lagi nak. Masa iya kamu nyerah” “Ayah gak ngerti perasaan Eza!!!” pertama kali aku ngebentak Ayahku dan aku tutup telpon sepihak. Aku matiin teleponku. Aku gak sadar aku malah melukai hati Ayahku, orang yang selama ini aku hormati dan aku banggain. Orang yang gak pernah sekalipun nyal

