PART 37

1286 Words

Setelah jam makan siang pulang dan Sherin harus pulang segera nemenin adeknya di rumah. Aku kembali ke tempatku. Aku tersenyum saat tatapan mata kita bertemu dan kamu juga tersenyum. Senyumanmu itu seperti menyimpan sejuta makna. Aku gak habis pikir, aku berharap kamu marah dan ngambek atau malah kamu yang tampak biasa aja lebih menyeramkan dan terasa misterius bagi aku. Satu sisi aku kecewa karena kamu gak cemburu, bukannya kata orang cemburu tandanya cinta. Tapi kamu enggak, artinya perasaan kamu udah gak ada lagi buat aku. Ternyata malah aku yang terluka disini. Selepas pulang kantor aku samperin mobilmu saat kamu akan masuk ke dalam mobil. “Aku bisa ngomong gak” cegatku. “Tadi kamu salah paham” “Soal apa yah?” “Aku dan Sherin tadi…” ucapku menggantung dan tiba-tiba kehilangan kat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD