23. It Will Be Alright

1408 Words

Lucas sedari tadi gelisah menatap jam hologram yang berada di atas meja kerjanya. Walau hanya lebih tujuh menit dari jam yang ditentukan. Rasanya ia ingin sekali menggunakan sihir untuk mendatangkan Mike sekarang juga disini. Yah, Mike. Dia satu-satunya orang yang bisa memberikanku solusi untuk saat ini. Baru saja Lucas hendak menghubungi Mike. Pintu ruangannya terbuka dan tampaklah wajah cengiran khas mike. Ia berjalan tanpa dosa dan langsung duduk di sofa seraya Lucas berjalan menghampirinya. "Kau lama sekali", gerutunya. "Santai... aku tadi ada halangan di depan ruanganmu" Lucas melotot, "halangan menggoda sekretarisku maksdumu?", tanyanya. "Apa kau mau ku adukan pada kim?", Mike berdecak lidah. Ia memutar matanya sambil menegakkan tubuhnya dari sandaran. "Kau tidak bisa diaja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD