Setahun sudah berlalu. Tak terasa bagi Lala meninggalkan kenangannya. Berusaha mengubur segala tentang Pria itu. Lala duduk di meja kerja yang langsung menuju jendela. Lala menatap setiap daun-daun jatuh berguguran dari ranting. “Sudah setahun, tapi mengapa rasa akan dia tak hilang juga?” Lala terdiam. Matanya menatap terus dedaunan yang berguguran. “Allah maha kuasa dan Allah maha tahu. Jadi meskipun aku dan kamu tak menjadi kita, insyaAllah ini yang terbaik.” Ting tong! Ting tong! Bel berbunyi, berhasil membuyarkan lamunan Lala. Secepat kilat Lala bergerak untuk membukakan pintu. Rumah besar itu terlihat sepi ketika Lala turun ke lantai bawa. Mungkin kedua orang tua dan Kakaknya berada di kamar masing-masing. Ceklek! Bertepatan dengan pintu terbuka, mata Lala melotot. Dia terkej
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


