Part 21

2523 Words

Uhuk! Uhuk!  Suara batuk dari Lala menggema di ruang makan. Melihat Adiknya yang terbatuk-batuk, segera Ozan memberikan segelas air putih. Air putih tadi Lala minum terburu-buru. Setelah meminum, barulah tenggorokan Lala terasa lebih normal.  “Apa, Pah? Menikah?” tanya Lala tak percaya, coba mengulang ucapan sang Ayah beberapa detik lalu. Erkan mengangguk, semakin membuat Lala menunjukkan ekspresi tak percaya. “Kenapa— maksudnya kenapa Lala harus nikah?!” “Loh? Kok malah nanya?” kini Syifa turut andil berbicara. “Jelas kamu harus nikah, Lala. Umur kamu udah cukup untuk menikah.” Sepasang Suami Istri yang berbicara pada Lala ini adalah kedua orang kandungnya termasuk Ozan. Beberapa detik lalu mereka berdua baru sampai di Indonesia dari asal Negara Istanbul, Turki. Perusahaan cabang Papa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD