Camelia berjalan sambil menggerutu kesal, kejadian tadi entah mengapa membuatnya sangat kesal.Niat hati ingin menenangkan pikiran sekarang malah tambah kesal.
" Tenang lia .. Tenang, tarik nafas buang " kata - kata lia pada dirinya sendiri.
Setelah dirasa cukup tenang ia mencoba menyusul rombongan ayahnya yang mulai agak jauh.
Setelah beberapa lama akhirnya Camelia berhasil menyusul sang ayah, yang ternyata telah sampai di tempat mereka akan istirahat.
Perjalanan ini memang tidak akan membangun tenda tapi hanya sekedar berpiknik tapi ala laki - laki, kata sang ayah. Jadi mereka tidak membangun tenda karena mereka akan pulang ketika sore hari.
Ia lalu segera mencari keberadaan sang ayah, pasti ayahnya itu sudah berkumpul bersama dengan teman - temannya.
Setelah berkeliling cukup lama akhirnya ia menemukan keberadaan sang ayah,.
Ternyata lumayan cukup banyak yang mengikuti acara seperti ini,.
" Akhirnya... Sampai juga.. !" seru Camelia setelah sampai ke tempat duduk sang ayah.
" Ya ampun Lia.., Ayah kaget " ucap Beni ayah lia, yang di balas lia dengan cengiran tak bersalah.
" Pemandangannya bagus ayah ,jadi lia betah lah.." jawab Lia dengan antusias. Sedangkan teman - teman ayahnya hanya menanggapi dengan senyum.
" Lia om punya anak lelaki kamu mau kenalan gak.. ? " tanya salah satu teman ayahnya.
" Maksud mu si Aris, mang dia masih jomblo apa ? tanya sang ayah.
" Iya.. susah banget jodohnya, padahal orangnya diem lho gak cerewet ? " jawabnya sambil tertawa.
" Ganteng gak om.., mang dia mau sama Lia yang kayak gini ? " tanya Lia setengah bercanda.
" Mau lah Lia masa gak mau, kamu kan cantik.. Nanti kita besanan ya Ben ? " Yang di balas hanya gelengan kepala oleh ayah Lia.
" Sudah - sudah, mendingan sekarang kita makan dulu saja, dari pada ngomongin yang aneh - aneh ? " ucapan teman ayah Lia yang lain.
Mereka makan sambil di selingi dengan masih saling mengobrol.
" Arya ... !! " panggil salah satu teman Beni ayah Lia sambil melambaikan tangan memanggil orang yang di panggil ,sedangkan orang yang di panggil menghampiri yang tadi memanggil namanya.
" Halo om, apa kabar semua ? " sapa suara seseorang yang Lia tidak ketahui, tapi Lia acuh saja toh ia tidak kenal juga. Yang Lia pikirkan sekarang adalah perutnya yang tiba - tiba merasa lapar, mungkin karena hari sudah siang Juga makanya ia merasa lapar.
"Baik - baik kami semua sehat semua.. " sambung yang lain.
" Sini gabung bareng kita saja ,kalian baru sampai kayaknya..? tanya yang lain.
" Kalau gak merepotkan kami akan bergabung , dengan senang hati " canda arya.
Mereka membicarakan apa saja, ternyata tak ada bedanya antara laki - laki dan perempuan kalau sudah berkumpul ada saja yang di bicarakan.
" Bro .. Bukannya itu cewek yang tadi ya ? " tanya Toni pada Arya dengan dagunya .Sebenarnya Arya juga berpikir begitu tapi ia tak begitu peduli, tapi setelah di ingatkan Toni, Arya jadi memperhatikan Camelia yang fokus memakan makanannya seakan tidak terganggu sedikit pun.
" Iya .. " Arya hanya membalas dengan berbisik.
Merasa di perhatikan Camelia yang awalnya asik makan, mengedarkan pandangannya kesemua arah, setelah itu ia mengerutkan dahinya seakan berpikir siapa ya mereka, sepertinya ia pernah bertemu.
Ia mendelik marah setelah mengingat siapa mereka, bagja Lia langsung membuang mukanya kearah lain supaya tidak melihat mereka.
" Nak Arya dan Nak Toni ternyata ikut juga, tapi tadi kenapa tidak bertemu ? " ayah lia tiba - tiba bertanya, yang mengakibatkan Lia langsung memasang wajah bingung karena sepertinya ayahnya mengenali mereka berdua.
merasa di tanya Arya menjawab " Iya om tadi kami memang agak terlambat sedikit.. " jawab Arya sambil menatap Beni ayah Camelia.
Ayah Camelia hanya mengangguk - anggukan kepalanya tanda kalu dia faham.
" Oh iya.. perkenalkan, ini Camelia anaknya om !" sambung Beni dengan semangat.
" Lia kenalin ini anggota kami juga ,hanya saja ia masih muda tapi mereka sudah berpengalaman dalam soal mendaki gunung " ucap Beni lagi dengan semangat, sambil memanggil Lia supaya memperkenalkan diri pada dua pemuda itu.
Lia yang terpaksa harus menuruti keinginan sang ayah hanya bisa pasrah, mengangkat wajahnya dan menatap mereka secara bergantian sambil memperkenalkan diri walau dengan senyum kaku.
" Hai saya Lia ,Senang bertemu dengan kalian !! " ucap Lia dengan senyum yang di buat semanis mungkin,.
" Hai juga, saya Toni dan ini teman saya Arya senang bertemu dengan kamu juga " balas Toni dengan senyum lebar.
Lia yang mendengar sapaan balik hanya mengangguk dan melanjutkan acara makannya. Ia tidak ingin ikut menimpali lagi, karena moodnya seolah turun drastis setelah melihat dua orang pemuda tadi. Entahlah ia merasa kesal saja pada mereka ,karena sudah menabrak ia sebanyak dua kali.
###
Siska sangat bahagia karena sekarang ia kalau mau pergi dengan Rama tidak usah takut kalau akan ketahuan Lia lagi. Sekarang ia merasa bebas karena hubungannya dengan Rama sudah terbongkar.
Sekarang ia sedang menunggu Rama, mereka berjanji akan pergi nonton dan pergi makan malam berdua.Dia sudah menunggu hampir setengah jam tapi rama belum juga sampai, sudah merasa bosan akhirnya ia berniat akan menghubungi sang kekasih tetapi terdengar suara yang sangat ia kenali.
" Maaf siska tadi mahasiswa aku banyak yang masih bimbingan ! " suara sang kekasih berusaha menjelaskan.
" Gak apa - apa sayang, aku ngerti ko " jawab siska tidak masalah.
" Ayo.. Kita pergi sekarang nanti keburu gak kebagian tiketnya lho sayang " sambil berdiri siska menggandeng tangan Rama dengan cepat lalu menariknya pergi.
Tak henti - hentinya siska tersenyum karena sangat bahagia dan Rama juga mencoba bahagia
, karena memang ini kan yang kemarin - kemarin ia mau. menunjukan rasa sayangnya pada siska kepada semua orang.
Mereka memutuskan menonton film luar yang bergendre romantis, mereka duduk hampir di belakang tapi masih ada beberapa bangku lagi yang kosong ,karena mereka masuk saat film hampir di mulai.
Setengah jam film di putar rupanya banyak adegan romantisnya, dan banyak adegan ciuman yang dilakukan para tokoh. Rupanya hal itu banyak mengundang para penonton yang kebanyakan membawa pasangan saling menyatukan bibir mereka.
Tidak terkecuali Rama dan siska yang tidak ketinggalan melakukannya, saling mengecup, tak tertinggal lidah mereka yang mulai saling membelit semakin membuat hilang mereka sempat hilang kendali,akibat suasana bioskop yang redup sangat pas bagi mereka yang memang terangsang.
Mereka tidak terlalu memperhatikan sekitar sebab banyak juga melakukannya.
###
Camelia kembali di buat kesel dengan kehadiran sosok Arya dan Toni setelah tadi mereka berkenalan, Lia memutuskan untuk berjalan - jalan hanya sekedar mengambil foto untuk kenang - kenangan. Tapi semua harus pupus saat Toni mengikutinya dan seolah mereka sudah saling mengenal lama, dari menanyakan kerja dimana, lulusan mana, dan masih banyak lagi yang membuat lia pusing.
Setelah agak lama Lia bisa pergi dari Toni karena ada yang mengajak ngobrol Toni, sekarang ia malah ketemu satu lagi manusia menyebalkan lainnya Arya.
Dia memang tidak secerewet Toni ,tapi dia cuek banget.
Ya ampun ada cowok model begini yang paling menyebalkan adalah dia tiba - tiba memberinya sebuah handphone.
Masih dengan wajah bingung Lia menerima benda tersebut, lalu setelah itu ia di buat naik darah dengan perkataan dari lelaki itu.
" Ambilkan foto ku dengan handphone itu " ucapnya seraya mulai berpose di tempat yang menurutnya bagus.
" Arghht nyebelin..."
by cha88