Bukan Terakhir Kalinya

1299 Words

AUTHOR POV Kai hanya memainkan sedotan sambil mengaduk malas caramel macchiato yang dipesankan Andra untuknya. Kai bukan penyukai kopi dan sejenisnya. Jadi sebenarnya ia agak malas jika harus diajak nongkrong atau sekedar ngopi cantik di café seperti ini. Ia lebih memilih berdiam diri dirumah atau duduk di warung dengan memesan minuman perisa kesukaannya dan teman-temannya. Andra memesan segelas mocha latte lalu meneguknya perlahan. “Hari ini tahlilan dirumah?” tanya Kai hati-hati. “Iya, udah selesai tadi jam 8. Terus gue langsung kesini.” Jawab Andra. Kai hanya mengangguk-anggukan kepalanya. Andra menghempaskan tubuhnya untuk bersandar di kursi sambil memijit pelipisnya pelan. Kai ingin sekali menghiburnya, tapi sepertinya Kai merasa tidak pantas aja. “Mau ngomong apa, Ndra?” Kai

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD