Pembenci Nomor Satu

2877 Words

AUTHOR POV 'Jangan membenci gue dengan mengatasnamakan orang lain. Kalo ada kata yang lebih tinggi dari memuakkan, kayaknya itu pas buat lo.' Kai berjalan berdampingan dengan Andra. Kebetulan ketiga temannya tengah ke toilet, sembari menunggu teman-temannya kembali mereka memutuskan untuk ke kantin. Terlihat beberapa pasang mata menatap kearah mereka berdua. Andra makin mengeratkan genggaman tangannya. "Posesif luuu..." goda Kai sambil mengacak pelan rambut Andra yang mulai panjang. Andra mengernyit dan duduk di salah satu bangku panjang yang ada di kantin. "Biarinnnnn..." balas Andra. Kai tersenyum lebar, memperlihatkan deretan giginya yang putih. "Jangan senyum terus kaya gitu." Andra mendadak menatap Kai serius. Kai menarik kembali senyumnya. "Kenapa?" "Jantung gue berdebaaaaar!

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD