Another Priority

2467 Words

AUTHOR POV Suara gemericik air sungai yang mengalir di belakang vila sedikit mengusik tidur Kai yang damai. Suara ayam yang berkokok pun tak menghentikan niat Kai untuk tetap bergelung dalam selimut. Ia meraba tempat tidur di sampingnya dan mendapati sesuatu yang kosong disana. Sepertinya Monita sudah terbangun. Kai tetap pada pendiriannya untuk menutup matanya lebih lama. Tak lama, suara ketukan pintu yang pelan membuatnya sedikit terusik. "Kai, sarapan." Seru seseorang diluar kamar. Sepertinya itu suara Ikram. Kai tak menghiraukan dan justru mencari spot meringkuk terbaik yaitu membelakangi jendela kamar. Merasa ucapannya tak dihiraukan, Ikram membuka kenop pintu kamar dan berkacak pinggang melihat Kai yang masih bergelung dibalik selimut. Sepintas ide konyol muncul di benak Ikram.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD