Bab 22

1111 Words

22 Dahayu membulatkan mata seusai mendengarkan penuturan Arya, tentang pertemuan pria tersebut dengan sang pengendara motor. Dahayu mengulaskan senyuman. Dia senang, karena Arya sangat bijaksana dan bukan pendendam. Perempuan berjilbab krem manggut-manggut, lupa bila tidak sedang berhadapan dengan sahabatnya tersebut. "Syukurlah, aku ikut senang karena Mas memberikan kesempatan pada Nopriandi untuk memperbaiki diri," tutur Dahayu, sesaat setelah Arya menuntaskan ucapannya. "Ya. Aku tidak tega untuk bersikap kejam padanya. Padahal CV-nya bagus. Dia sudah nyambi kerja saat kuliah," terang Arya. "Alhamdulillah. Semoga kebaikan Mas akan dibalas Allah." "Aamiin." "Mas tempatkan di mana dia?" "Divisi marketing. Sesuai dengan pengalaman kerjanya." "Dulu dia kerja di mana?" "Ma

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD