Ethan mendongak, menatap Dira bingung. “Menolak? Apa maksudmu?” Dira berderap masuk, tampak marah dan juga kesal. “Kau tahu benar apa maksudku, Ethan, yang menjadi pertanyaannya adalah apa kau cukup berani untuk mengatakan yang sebenarnya.” “Dira…” “Kali ini aku tidak akan mundur. Katakan, kenapa kau menghindar. Apa karena aku sangat jelek? Aku sangat membosankan? Atau karena aku…” “Hentikan!” Dira berjengit saat Ethan membanting pena yang sedang dia pegang. Ketika tatapan mereka bertemu, ia melihat kemarahan di mata sebiru laut itu. dira membalas tatapannya. Dua orang bisa bermain dan ia tidak akan mundur sebelum mendapatkan jawabannya. Ethan akhirnya mendesah kalah. “Aku tidak akan menyentuhmu selama ingatanmu belum kembali.” Apa? Dira mengerjap beberapa kali, menatap Ethan seola

