67.Detik Detik Krusial

2988 Words

Ello POV. Kok gak ada, saat aku raba sisi tempat tidur di mana tadi Naya berada bersamaku. Langsung aku buka mata dong. “SAYANG!!!” jeritku sebelum bangkit terduduk dan mengucek mataku. “Apa!!” jawabnya dari sisi kanan tempat tidur kamar hotel yang jadi bagiannya. Langsung aku menghela nafas lega, karena menemukannya sedang melepas mukena lalu melipat sejadah yang dia gelar. “Aku pikir kamu kemana” jawabku. Dia hanya tersenyum lalu bergerak menaruh peralatan untuk sholat di sofa kamar. “Gak bobo lagi Yang?” tanyaku menjeda langkahnya menuju kamar mandi. “Aku pipis dulu” jawabnya lalu masuk kamar mandi. Aku pikir kemana?. Dalam kondisi sedih, kan memungkinkan untuk seseorang hilang akal atau buntu pikiran. Kalo dia bunuh diri gimana?. Tapi ternyata Naya tau caranya menanggani kesed

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD