Laras menatap tirai hujan di depannya dengan termenung, dia mengulurkan tangan kanannya, membiarkan air mengalir di sela-sela jarinya sebelum jatuh mengenai tanah. "Jangan main hujan, nanti kamu sakit, gimana? Apalagi Kak Randi sedang jauh saat ini, tidak ada yang akan mengurusimu nanti." Rena menarik tangan Laras, menegur gadis itu bertingkah seperti seorang ibu yang melihat tingkah buruk anaknya. "Apaan sih, tidak mungkin aku sakit hanya segitu doang. Kamu lebay," kata Laras dengan ekspresi jijik, terus memandang hujan yang tak kunjung berhenti. "Kalau hujan tidak berhenti, kita lari saja ke halte? Masa iya kita nungguin di sini." Rena juga melihat ke arah tirai hujan yang mengaburkan pemandangan di depannya, suara jatuhnya air dari langit mengenai benda-benda di bawahnya terdengar be

