Laras kembali ke kelasnya dengan wajah kesal dan penuh amarah. Dia duduk di bangkunya, merebut sebungkus keripik dari tangan Rena dan makan dengan gusar hingga menimbulkan suara renyah. "Kamu kenapa lagi?" tanya Rena dengan nada tak berdaya. Laras entah kenapa selalu saja mudah berganti ekspresi setiap selesai keluar dari kelas. Kadang tersenyum seperti orang gila, kadang tertawa terbahak-bahak, kadang marah dan cemberut, kadang juga sedih dan menangis. Dan semua itu pasti berhubungan dengan satu orang. Siapa lagi, tentu saja tidak lain tidak bukan semua tentang Kevin. Benar saja, Laras segera menjawab dengan semua keluhannya yang berhubungan dengan Kevin, meski dia bukan mengeluhkan Kevin tetapi tetap saja semua ini masih tentang pemuda itu. "Lisa sialan anak baru itu selalu saja menca

