Provokasi

1469 Words

Laras saat ini sedang mengobrol dengan Rena. Mereka berbicara dengan santai dan terkadang tertawa terbahak-bahak, orang lain di sekitar mereka sampai menoleh berungkali namun tetap tak mengerti dengan ulah mereka, tampaknya itu adalah sebuah obrolan yang hanya bisa dimengerti di antara mereka saja. "Sungguh?" tanya Laras, tertawa lagi. Rena mengangguk, dan juga ikut tertawa. "Ya, aku bahkan melihatnya sendiri." Laras tertawa terbahak-bahak, bahkan tidak berhenti sama sekali. "Astaga perutku sakit, aku tidak bisa berhenti sama sekali." Laras menyalahkan Rena karena memberikan cerita lelucon kepadanya saat ini. Dia sangat lemah dengan lelucon, apa pun bisa membuatnya tertawa, dan apa yang benar-benar lucu dapat membuatnya tertawa tanpa henti sama sekali, itu adalah hal yg mengerikan. "C

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD