BAB 24

1036 Words

Kenapa dia? Saya selalu masuk ke ruangannya, biasanya dia tidak pernah melihatku seperti. Dia tersenyum pula. Apa otaknya lagi konslet? Kata-kata itu hanya terucap dalam hati Rena. "Ini dokumen Pak El harus segera ditandatangani sekarang. Karena aku akan langsung minta tolong ke bagian pengiriman untuk segera mengirimkannya," Rena menyerahkan dokumen itu pada El yang masih saja mendengus. "Oke," jawab El dengan riak ceria. Dokumen itu diambil dari tangan Rena. "Malam ini kamu janji mau masak nasi ebatan dengan ayam sambal pelecing?" El bertanya, melihat dokumen itu sebelum menandatanganinya. "Iya, tapi sebelum pulang aku mau mampir dulu ke supermarket untuk membeli beberapa bahannya," jawab Rena sambil menunggu pria itu menyelesaikan pekerjaannya. Oh, begitu rupanya, dia senang karena

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD