BAB 29

1133 Words

Oke, Romi memang mengungkapkan perasaannya padaku. Tapi, aku tidak menyangka Romi akan mengungkapkan perasaannya pada El juga. "Kenapa kamu tidak pernah bilang padaku?" Tanya El lagi. Dia tidak puas karena Rena tidak pernah menceritakannya. "Tidak penting. Buat apa aku cerita," jawab Rena sambil menyentuh makanan di meja mereka. Pasta ini juga sangat lezat. Terakhir kali aku makan pasta adalah seminggu sebelum Abang Farish meninggalkanku. Pantas saja dia terlihat begitu berselera makannya. Tiba-tiba saja hati Rena terasa luluh. Ia menghela napas panjang. "Jadi, kamu juga menyukainya?" El menebak dengan tatapan sinis. Ia masih belum puas dengan jawaban Rena. Eh, dia ini. Penasaran sekali dia mau tahu kenapa? Gerutu Rena dalam hati. Rena hanya melanjutkan makan tanpa memperdulikan perta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD