BAB 22

1047 Words

Abang selalu seperti itu. Pesannya selalu bisa menusuk hati dan kalbuku. Ketika aku masih hidup bersama mantan suamiku sebelumnya, dia juga selalu berpesah hal yang sama, itulah yang selalu dia katakan. Suami adalah surga bagi istri. Aku tahu. Saat bersama suamiku yang terdahulu, aku masih bisa menerima nasihat itu. Tapi, dengan El, agak sulit bagiku untuk menerimanya karena dia sendiri tidak memperlakukan layaknya istri. Aku hanya pengganti dari kekasihnya. "El, kalau Rena buatu marah, kasih tahu abang saja. Biar abang tarik kupingnya sampai melar," Hafis kembali mengganggu Rena. "Sudah sana. Pulang cepetan," kata Rena sambil mendorong tubuh Hafis ke arah pintu. Mereka tertawa bersama. "Nyetir mobilnya hati-hati. Ini sudah larut malam," Rena berpesan dengan penuh kasih kepada Hafis. Haf

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD