"Sudah, mau cewek atau cowok, yang penting nantinya sehat dan selamat kakak kamunya saat melahirkan nanti." Lili menengahi Daniel dan Ara yang berdebat tentang jenis kelamin anaknya Olivia nanti. Olivia senang sekali melihat mereka bahagia, lega karena David tidak mengancamnya untuk aborsi lagi. Olivia terbawa perasaannya sendiri, tenggelam dalam perasaannya, sampai dia menangis, meneteskan air mata melihat semuanya. "Vianya David, kok nangis." Ketika lili melihat Olivia lagi, menoleh kepada Olivia, Lili melihat anak sulungnya itu meneteskan air mata. Olivia menggeleng. "Kenapa kok nangis, kan harusnya bahagia?" tanya Lili, mengusap air mata Olivia. "Aku seneng banget ma." Olivia malah semakin tak bisa menahan air matanya. Lili menarik Olivia dalam pelukannya. Mario baru pulang

