Tiga Puluh Enam

1330 Words

*** Cukup lama televise menonton kami berdua. Masih tidak ada pembicaraan satu kata pun dariku dan Mas Azam sampai akhirnya suara klakso mobil Mbak Lia terdengar dari luar gerbang. Buru-buru aku mendahului Bibi untuk membukanya. “Mbak,” sapaku ketika gerbang berhasil terbuka lebar. Mbak Lia mengabaikanku. Ia melajukan mobilnya dengan sedikit ngegas. Aku saja sampai terkejut mendengarnya. Kuhela napasku dengan berat, lalu kembali kututup pintu gerbang dan segera menguncinya. Aku pun berlari kecil menghampiri Mbak Lia yang baru saja turun dari mobil mewahnya. “Mbak baru pulang?” tanyaku seseopan mungkin karena tak ingin menyinggung Mbak Lia atau membuatnya tidak nyaman. Kali ini Mbak Lia mendengus sebal. “Bukan urusanmu, Nira!” ujarnya. “Mbak dari ketemu dokter Arga lagi?” Bodohnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD