Tiga Puluh Dua

1241 Words

*** Mataku masih saja sulit untuk kembali terpejam setelah kejadian setengah jam yang lalu berlangsung. Jangan berpikir aku mengizinkan Mas Azam melakukan apa yang dirinya mau. Aku tidak ingin mengambil resiko. Dengan sangat terpaksa diriku mendorong tubuh Mas Azam menjauh. Meskipun setelah itu hanya raut kecewa yang kulihat darinya, tapi aku tahu Mas Azam mengerti maksudku setelah aku menjelaskan kepadanya mengenai kondisiku saat ini. Memang, dokter mengatakan bahwa aku sudah baik-baik saja, tetapi aku tidak boleh terlalu kelelahan mengingat kehamilanku ini yang pertama dan aku masih cukup muda. Kuterangkan kembali kapan Mas Azam boleh meminta haknya, dan syukurlah Mas Azam mengerti akan hal itu. Mas Azam menerima semua penjelasanku dengan baik. Buktinya, dia mulai tersenyum setelah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD