eps 16 apa aku boleh memelukmu ?

5000 Words
Hani dan Rangga duduk di kursi ruang Tamu. Rangga memeriksa tangan Hani, sedikit terlihat membiru. " ini mas minyak urut nya " mbak tri meletakkan minyak urut di meja dekat Rangga " makasih mbk " ucap Rangga " ini agak sakit Hani jadi gpp jika mau teriak atau menangis " ucap Rangga Hani hanya mengangguk pada Rangga. Hani jadi teringat pernah diurut Rafka waktu disekolah. saat itu Rafka sangat lembut dalam mengurut tangan Hani. " au... aauhhhhhh " Hani mendesah kesakitan " tahan Hani sebentar lagi " ucap Rangga. di pos masuk g**g komplek rumah Hani banyak warga disana. samudera yang baru saja pulang bingung kenapa banyak orang disana. dia menghentikan mobil nya di pos satpam di kompleks rumah nya. dan bertanya pada Pak RT yang ada disana. " pak RT maaf ! kok rame arem disini ada apa? " tanya samudera " eh nak samudera baru pulang. ini nak ada maling kita lagi nunggu polisi " jawab Pak RT " hah maling pak, baru kali ini ada maling di kompleks ini pak, ini hari juga belom malam " ucap Sam " iya nak Sam. maling nya sudah membaca situasi rumah bu erna selalu tak ada orang dijam segini. untung ada bu wati yang melihat maling itu keluar rumah " jelas pak RT " taoi syukurlah ya pak maling nya sudah ke tangkap " ucap Sam " iya alhamdulillah nak. eh iya nak bapak lupa. adikmu tadi sempat di tawan oleh maling nya. " ucao Pak RT " hah apa pak? Hani, lalu dimana dia sekarang ? " samudera tampak khawatir " dia dirumah sama mbk tri ada juga nak Rangga disana " jelas pak RT " ya sudah saya pulang dulu ya pak, trimaksih info nya " ucap sam " iya nak iya pulang lah periksa adikmu " ucap Pak RT samudera berlari kecil masuk ke mobil nya dan pulang kerumah nya. dan dia buru buru masuk kerumah nya. " Hani " suara sam terdengar masih diluar rumah " Hani.. Hani " Sam melihat Hani duduk di ruang tamu bersama Rangga dan mbak tri, Hani sedang diurut oleh Rangga. " Hani kamu nggak papa ? kenapa tangan kamu ? " tanya Sam dengan ekspresi mengkhawatirkan Hani " cuma terkilir kok kak, " jawab Hani Sam meraih tubuh Hani dan memeluk nya. " syukurlah " ucap Sam " Rangga yang mukul maling itu kak dia yang nylametin aku " ucap Hani " oh yaa, trimakasih ya Rangga " ucap Sam pada Rangga " iya kak sama sama, ini hanya kewajiban sebagai tetangga " jawab Rangga " gimana tangan kamu Hani ? apa perlu ke dokter? " tanya sam " gak usah kak ini sudah mulai enak an kok " jawab Hani " kalau gitu aku pulang dulu ya Hani " ucap Rangga " oh iya, makasih ya ngga ! maaf ngrepotin loe " ucap Hani " nggak papa kok. Rangga pulang dulu ya kak " Rangga berpamitan pada sam " iya, makasih ya " jawab Sam. Rangga peegi dari rumah Hani. dia tak langsunh pulang. dia pergi ke pos satpam kompleks untuk memeriksa apakah maling itu sudah di bawa polisi. " maaf kan mbk tri den, ini salah mbak tri. mabk tri keluar memeriksa ada orang berteriak teriak dan non Hani mengikuti mbk tri. seharusnya mbk tri tak membiarakan non Hani ikut. Maafkan Hani den " ucap mbk tri pada Sam " nggak papa kok mbk, ini juga bukan salah mbk tri. namanya juga musibah. untung aja Hani dan mbk tri gak kenapa kenapa " ucap sam " mbak tri pulang aja sekarang, kan kak sam udah dateng. ini juga sudah malam mbk " ucap Hani " iya non, kalau gitu mbk tri pulang sekarang ya !" ucap mbk tri " mbak mau sam anter pulang " ucap sam " ndak usah den, mbk sudah biasa pulang sendiri. dan juga diluar juga pasti masih ramai sama warga yabg penasaran dengan maling tadi " ucap mbk tri " ya udah ati ati ya mbk " ucap sam " baik den " ucap mbk tri. Setelah mbk tri pulang, Sam mengunci pintu gerbang dan pintu pintu di rumah nya. pintu gerbang rumah Sam tidak lah terlalu tinggi, dan juga tidak terlalu tertutup. " Hani lain kali jangan keluar dari rumah sendiri an ya kalau sudah malam " ucap Sam " Hani kan nggak sendiri kak tadi " jawab Hani " ya tapi itu bahaya Hani karena kamu dan mbk tri sama sama perempuan. " ucap Sam " iya kak, maka dari itu kita harus ada satpam dirumah kak. kompleks kita sekarang kurang aman kayak nya " ucap Hani " tunggu beberapa Hari lagi, pak Sarip akan menginap disini bersama mbk tri " ucap Sam " iya kak " ucap Hani " kayak nya kakak harus bilang ke papa, kakak ingin renovasi pager depan rumah agar lebih tertutup dan tinggi " ucap Sam " lah kenapa kak ? kan pager nya nggak ada rusak " ucap Hani " iya tau ini hanya untuk keamanan aja Hani. supaya orang luar tak bisa membaca situasi di dalam rumah kita " ucap Sam " ya okelah kak, tapi kalau ngomong ke papa kakak jangan bilang kalau Hani sempet di ancam sama maling ya! Hani gak mau papa dan mama khawatir " ucap Hani " iya Hani, ya sudah sekarang kamu masuk kamar dan tidurlah ! " ucap Sam " ya kak " jawab Hani Hani membawa buku buku pelajaran miliknya berada di ruang TV ke dalam kamar nya. dia lalu mencuci kaki tangan dan muka nya lalu bersiap untuk tidur. Hani berbaring di tasa ranjang nya, membuka ponsel milik nya. ada beberapa pesan masuk dari Rafka. " Hanindya " " masih belajar ya ? " " kok nggak bales sayang, kamu masih belajar " " Hanindya " " Hanindya " " hanindya, apa kamu tidur? ya sudah good night Hanindya " Begitulah spam pesan dari Rafka. kejadian tadi membuat Hani tak sempat membuka ponsel nya. Hani ingin membalas pesan itu tapi melihat jam sudah terlalu larut, takut membangun kan Rafka jika dia sudah tidur. Hani juga ingin bercerita pasa Rafka tentang apa yang ia alami tadi. tapi dia fikir besok saja lah cerita nya. dia sudah mengantuk. // Hani sedang sarapan di ruang makan. dan Sam sedang duduk diteras rumah nya. Sam melihat Rafka sudah datang untuk menjemput Hani. " pagi Kak " ucap Rafka menyapa Sam " pagi, duduk dulu Raf. Hani sedang sarapan. loe sudah sarapan ? " tanya Sam pada Rafka " sudah kok kak " jawab Rafka " makasih ya Rafka, loe sudah mau kakak repotin untuk antar jemput Hani ! " ucap Sam " nggak repot kok kak, sekarang kan Hani sudah jadi pacar Rafka jadi ya wajar kalau kita berangkat dan pulang sekolah barengan " jelas Rafka " iya juga, oh ya Hani sudah cerita tentang naling tadi malam ? " tanya Sam " Hah maling , Hani tak bercerita apa apa kak " jawab Sam samudera menjelaskan pada Rafka tentang kejadian semalam. Rafka nampak khawatir pada Hani. Rafka juga sedikit sensi mendengar nama Rangga disebut oleh kak Sam. tapi Rafka tak akan menampakkan sikap tak suka nya pada Rangga didepan samudera. " pagi Rafka , yuk berangkat! " ucap Hani yang baru keluar dari dalam rumah nya " pagi Hani, kamu nggak papa kan? kak sam sudah cerita semua tentang kejadian semalam " Rafka tampak khawatir pada Hani " maaf ya, aku nggak sempet cerita dan bales pesan kamu semalam ! " ucap Hani " nggak papa Hani, yang paling penting kamu nggak papa " ucap Rafka. lalu Hani dan samudera berangkat ke sekolah. samudera juga bersiap untuk pergi ke kantor. mbk tri menyiapkan bekal untuk makan siang samudera. walau samudera tak meminta di bikinkan. tapi mbk tri menghawatirkan jika samudera telat makan karena kesibukannya. -_ bell tanda istirahat berbunyi. Hani masih di dalam kelas bersama Rafka dan ilham. Hari ini rere tak masuk sekolah karena dia bilang badannya masih demam. " Hani gak ke kantin ? " tanya ilham " emm gue mau ke perpustakaan aja lah " jawab Hani " mau aku temani Hani ? " tanya Rafka " nggak usah Raf, aku cuma sebentar kok mau cari buku rumus Matematika " ucao Hani " oke,, kalau ada apa apa tau butuh sesuatu hububgi aku ya ! " ucap Rafka " iya Raf, ya sudah aku ke perpus dulu ya " ucap Hani lalu pergi ke luar kelas menuju perpustakaan perpustakaan ada di lantai 1 berdekatan dengan mushola. Tak lama Hani sudah sampai di perpustakaan. di dalam perpustakaan sudah ada beberapa siswa yang sedang belajar di sana. Hani langsung menuju lorong matematika mencari buku rumus Matematika. Hani sempat membuka buka buku lain yang ada disana, yang berhubungan dengan matematika. Buku rumus itu terlihat di Rak paling atas, Hani mencoba meraih buku itu tapi tak sampai. Rangga melihat Hanu berjinjit jinjit mengambil buku di rak paking atas tapi tetap sak sampai. Rangge berdiri di belakang Hani lalu meraih buku itu. Haget terkaget langsung berbalik badan, tanpa di sengaja kening Hani terbentur bagian d**a Rangga. " au " ucap Hani lirih " eh Hani maaf maaf, aku hanya ingin mengambilkan buku ini untukmu, karena ku lihat kamu tak bisa mengambilnya " ucap Rangga " aaa Rangga makasih ya, Rak paling atas memang susah dijangkau oleh anak minimalis seperti ku " ucap Hani " nih buku nya, kamu lagi belajar matematika ? " tanya Rangga " iya lagi nyari rumus ngga , loe cari buku apa disini ? " tanya Hani " emm enggak aku cuma cari referensi buku aja " jawab Rangga " owh gitu " " oo iya Hani gimana tangan mu ? " tanya Rangga " em sudah nggak papa kok nnga, makasih ya semalem dah bantu aku " jawab Hani " em sama sama, kan kita tetangga " ucap Rangga " gue balik kelas dulu ya ngga " ucap Hani " bareng lah gue juga mau ke kelas " ucap Rangga " oh ya, sebentar aku ke penjaga perpus dulu buat lapor buku nya ku bawa " ucap Hani " iya " Rafka menyusul Hani ke perpustakaan dan membawakan s**u kotak untuk Hani. tapi dia tak mau mengganggu Hani di dalam perpustakaan, jadi dia Hanya menunggu di depan perpustakaan. Hani sudah lapor ke penjaga perpustakaan. dia keluar dari perpustakaan bersama Rangga. " Rafka, ngapain disini ? " tanya Hani pada Rafka ketika melihat Rafka berada di depan perpustakaan " emm nyusulin kamu " jawab Rafka dengan ekspresi tak suka melihat Hani bersama Rangga. " aku sudah selesai kok cari buku nya, ya udah kita balik kelas aja " ucap Hani " nih buat kamu " Rafka menyodorkan s**u untuk Hani " makasih Rafka " ucap Hani " dia ngapain bersamamu ? " tanya Rafka pada Hani " ohh Rangga tadi juga sedang cari buku Raf " jawab Hani " gue ke kelas dulu ya Han ! " ucap Rangga " emm katanya mau bareng " ucap Han " em aku mau ke toilet dulu " ucap Rangga Rangga buru buru pergi karena tak tahan melihat Hani dengan tatapan penuh cinta ketika sedang berbicara dengan Rafka. Dia sangat kesal melihat Hani bersama Rafka. Hani dan Rafka pun kembali ke kelas bersama. Rafka sebenarnya sangat tak suka melihat Hani bersama Rangga. Tapi dia tak mau menunjukan nya pada Hani. " Raf, nanti pulang sekolah aku mau ke rumah rere mau jenguk dia. emm kamu bisa kan nemenin aku ke sana " ucap Hani " iya bisa kok " jawab Rafka " em gimana kalau kita ajak ilham juga " ucap Hani " boleh ajak aja dia " ucap Rafka " oke " ucap Hani Hani mengajak ilham pergi bersama nya ke rumah rere sepulang sekolah nanti. Hani juga kirim pesan ke lili dan mika untuk ikut ke rumah Rere. lili dan mika juga setuju untuk ikut. Bell pulang sekolah sudah berbunyi. Hani memasukkan buku tulis ke dalam tas nya. siswa sisiwi lain sudah ada yang keluar dari kelas. " ilham hari ini kamu naik motor ? " tanya Hani " iya lah mau naik apa coba Han " jawab ilham " yaa siapa tau kamu bawa mobil, soal nya mika dan lili harus naik bus untuk ke rumah rere, nanti kita gak barebgan dong sampainya " ucap Hani " ya udah lah gak papa, kita bisa pelan pelan naik motor biar nyampek nya barengan " ucap ilham " em iya sih, aku juga mau mampir ke minimarket dulu ya Raf. mau beliin jajan kesukaan rere " ucap Hani pada Rafka " iya Hani " jawab Rafka " ya udah yuk kita pergi " ajak ilham " iya ayuk " jawab Hani Hani, Rafka dan ilhm berjalan menuju area parkir. ternyata ada lili dan mika yang juga disana. mereka menunggu Hani. " loh aku kira kalian sudah naik bus " ucap Hani pada mika dan lili " emm ilham ikut kan re ? " tanya mika " iya ilham ikut " jawab Hani " ya sudah nggak perlu naik bus nebeng ilham aja " ucap lili " ilham naik motor li, mana boleh boncengan bertiga " ucap Hani " ya nggak bertiga juga Han, lili yang nebeng ilham, aku sama Rangga. pas kan ? " jelas mika " ohh Rangga ikut ? " tanya Hani " iya dia ikut, aku yang ngajak " ucap lili " em ya sudah kalau gitu, emm ilham kamu boncengin lili ya " ucao rere pada ilham " iya Han " jawab ilham mereka ber enam pergi meninggal kan sekolah untuk menuju rumah rere. Hani mampir ke minimarket untuk membelikan sesuatu kesukaan rere. sampai de depan rumah rere mereka bertemu dengan Satpam rumah rere. satpam rumah rere sudah mengenal Hani, lili dan mika. mereka langsung di persilahkan masuk. menunggu rere diruang tamu. rumah rere terlihat sepi tak ada orang. adik adik rere juga tak terlihat. " mbk Hani non rere minta teman teman langsung naik ke atas ke kamar mbk rere " ucap pembantu rumah rere " oh ya sudah makasih ya bik " ucap Hani Hani mengajal teman teman nya naik ke kamar rere. rumah rere memang sangat besar dan bangunannya sangat megah. " Hai rere, apa kamu baik baik saja " ucap Hani sambil mendekat pada rere yang sedang berbaring di ranjang " Hani, aku sudah membaik kok " ucap rere lalu duduk " em yaki kamu baik baik aja re? kamu terlihat lemas " tanya lili " nggak papa kok li, aku juga sudah nggak demam " jawab rere " nih ku bawain jajan kesukaan kamu " ucap Hani " makasih Hani, emm makasih ya kalian dah mau datang kesini " ucap rere " non ini minum buat temennya " ucap pembantu rere " taruh meja aja bik " ucap rere " silahkan duduk mas kok berdiri saja, disini ada sofa. dan silahkan di minum ! " ucap pembanti rere pada para cowo yang ada disana " iya makasih ya bik " ucap ilham Hani mika dan lili memang duduk diatas Ranjang rere. sedangkan Rafka, ilham dan Rangga yang tadi nya berdiri bergabti posisi duduk di sofa yang ada di kamar rere. " re di rumah kamu kok sepi, aku juga tak melihat adik mu " ucao Hani " mama sama adikku lagi nyusulin papa ke singapore " jawab rere " jadi kamu dirumah sendiri? " tanya lili " enggak lah kan ada bibik dan pak satpam ada supir juga " jawab rere " loe sudah ke dokter re? " tanya ilham pada rere " sudah ham, semalem sudah ke dokter kok " jawab rere " kamu sudah makan re ? " tanya mika " aku gak enak makan mik, rasanya pahit semua " jawab rere " kamu harus makan supaya perut mu tidak kosong re " ucap lili " emm aku bikinin bubur ya tunggu sebentar " ucap mika lalu pergi menuju daput rumah rere. mika bertanya pada bibik apa ada bahan untuk membuat bubur. dan untunglah ada beberapa bahan yang tak banyak, tapi cukup untul satu porsi. di dalam kamar rere semua menghibur rere hanya Rafka yak tak banyak bicara. ya begitulah Rafka. tak lama mika sudah balik ke kamar rere dengan membawa semangkuk bubur ayam untuk rere. " bubur sudah jadi " ucap mika " waow baunya enak sekali " ucap lili " oh ya " ucap mika " kamu emang jago kalau masalah masak mik " ucap hani " buruan di makan re, awas panas " ucap mika " iya aku mau minum dulu " ucap rere tiba tiba ada masuk ke kamar Hani. " beibh, kamu sakit apa ? " tanya seorang laki laki itu dan mendekat pada rere " beibi, kamu datang " ucap rere tampak senang melihat kehadiaran laki laki itu " aku khawatir pada mu beibh " ucap laki laki itu para sahabat rere sudah mengenal siapa laki laki itu. sedangkan Rafka, Rangga dan ilham dia tak mengenal laki laki itu. dia adalah pacar rere. dia memang tinggal di luar kota, jadi rere memang LDR an. namanya Rengga " Rengga kapan loe datang ? " tanya Hani " gue baru datang hani dan langsung ke sini " jawab Rengga " oh iya beibh kenalin mereka iti teman teman aku Rafka, ilham dan Rangga. gaes kenalin ini Rengga pacar ku" ucap rere memperkenalkan rengga pada rangga , Rafka dan ilham mereka saling berjabat tangan satu persatu. " gue keluar dulu ya re mau nyari angin" ucap ilham pada rere " emmh ke taman belakang aja ada taman dan kolam remang disana " ucap rere " iya " ucap ilham Rafka juga ikut keluar dengan ilham. " re buruan makan bubur nya " ucap Hani " oo iya " jawab rere " sini aku suapin " ucap rere " ehhh ya elah kita bakal jadi obat nyamuk dong " ucap lili " apa sih nggak ah " ucap rere mika duduk di sofa bersama Rangga, disusul Hani juga duduk di sofa itu. mereka ngobrol bertiga. sampai saat ini Rangga masib berpura pura tak tau tentang hubungan Hani dan Rafka. karena Hani belum bercerita pada nya. Rangga memang sengaja tak bertanya pada Hani tentang itu. " eh aku ke toilet dulu ya " ucap mika " oh iya " jawab Rangga Hani sedang memainkan ponsel miliknya. dia sedang chating bersama samudera. " Hani bagaimana kalau nanti pulang dari sini loe bareng gue aja, Rafka biar sama mika. kan kita searah Han " ucap Rangga mencoba mengambil kesempatan untuk mendekati Hani " Rafka gak akan mau Rangga " jawab Hani " kenapa begitu, kita kan sama sama satu kompleks Han. kan justru dia enak gak usah anter loe " ucap Rangga " Rangga, aku dan Rafka sekarang berpacaran. jadi wajar kalau kita berangkat dan pulang sekolah bersama " jelas Hani " berpacaran, sejak kapan ? " tanya rangga pura pura tak tau " beberapa Hari yang lalu kami jadian " jawab Hani " kok loe baru bilang ini ke gue Han, pantesan ya loe jarang bales pesan gue sekarang " ucap Rangga " ya maaf gue tak ada kesempatan untuk menyampaikan ini padamu, dan maaf juga karena gue tak bisa sering sering membalas pesan mu " ucap Hani " kenapa ? Rafka tak memperbolehkan mu membalas pesan ku ? " tanya Rangga " bukan begitu, seharus nya memang jika gue udah punya pacar gue harus menjaga perasaan pacaf gue dong " jelas Hani " kita kan sudah berteman sejak kecil Hani " ucap Rangga " iya aku tau itu Rangga, tapi itu bukan alasan untuk tak menjaga perasaanya " jelas Hani " tapi kita tetap bisa berteman kan Hani ? " tanya Rangga " tentu Rangga " ucap Hani Rangga masih saja memikirkan cara agar bisa dekat dengan Hani. tapi dia tak mau terburu buru takut Hani malah akan mengetahui rencana nya. Hari sudah mulai sore, Hani dan yang lain berpamitan pada rere. mereka Harus pulang sebelum malam tiba. pacar rere masih di rumah rere untuk menemani rere. Rafka mengantar Hani pulang. diperjalanan pulang Hani melihat ada tukang sate, dia meminta Rafka menghentikan laju motor nya karena dia ingin membeli sate. Tak lama sate pun sudah matang. Rafka dan Hani melanjutkan perjalanannya pulang. matahari sudah mulai turun di sisi barat. Rafka menghentikan motor miliknya di depan rumah Hani. " Rafka ayuk mampir ke rumah Hani, kita makan sate bersama " ucap Hani " nggak usah Hani, aku pulang aja ya ! " ucap Rafka " ayolah Rafka temani aku makan ! kamu juga tadi siang kan nggak makan " ucap Hani memohon pada Rafka " tapi Hani, aku nggak enak di rumah kamu berdua aja " ucap Rafka " ada mbk tri Rafka, kita nggak berdua aja kok. lagian kenapa sih kalau berdua kan kita pacaran. kamu gak mau ya nemenin aku makan, ya udah kalau gitu " ucap Hani dengan ekspresi cemberut " ehh eh kok cemberut sih " ucap Rafka Hani tak berkata apa apa hanya berekspresi cemberut. " ya udah aku temani kamu makan, sekalian kita kerjain tugas " ucap Rafka " beneran ? " Hani terlihat sumringah " iya Hanindya , sudah jangan cemberut ayo masuk rumah " ucap Rafka Rafka memarkirkan motor nya di Halaman rumah Hani. lalu masuk ke dalam rumah Hani. " Hani ke kamar dulu ya Raf, kamu tunggu sini ya " ucap Hani " iya " jawab Rafka lalu duduk di sofa ruang TV Hani menaruh sate di dapur dan meminta mbk tri memindah kan nya di piring. lalu Hani masuk ke kamar nya. Hani pergi mandi karena Hari sudah menjelang malam. lalu berganti dengan pakaian santai untuk dirumah. " nunggu lama ya " ucap Hani mendekati Rafka yang sedang nonton TV " iya lama banget ngapain sih kamu ? " tanya Rafka " aku mandi sekalian tadi, em kamu mau mandi Raf ? " tanya Hani " percuma mandi aku nggak bawa baju ganti " ucap Rafka " tenang aja aku cariin baju ganti buat kamu sebentar ya " ucap Hani lalu pergi lagi ke lantai atas. Hani masuk ke kamar Sam. membuka lemari baju Sam dan mengambil satu baju yang jarang sam pakai. hani turun membawa satu baju dan Handuk untuk Rafka. " nih baju sama handuk, mandi sana !" ucap Hani sambil menyodorkan Handuk dan baju " baju siapa ini ? " tanya Rafka " baju kak sam , hehehe " jawab Hani " ehh jangan Hani, aku nggak enak sama kak Sam kalau pakek baju nya tanpa izin " ucap Rafka " nggak papa Raf, tadi aku sudah kirim pesan untuk kak sam, lagian ini baju dah gak di pakai sama kak Sam kok " jelas Hani " oh ya tapi aku belom ngomong ke kak sam " ucao Rafka. " udah nanti aja ngomongnya, ayok ke kamar mandi dan mandilah ! " Hani menarik Tangan Rafka menggandengnya menuju kamar mandi yang ada di lantai bawah. Rafka hanya nurut saja pada Hani. saat Rafka mandi Hani menyiapkan piring untuk makan. sate yang dia beli sudah di atas piring. Hani juga menuangkan jus jeruk di gelas untuk nya dan Rafka. Rafka sudah selesai mandi. bergegas keluar kamar mandi. dia sudah mengenakan baju milik sam. Hanyalah kaos lengan pendek bewarna hitam, tampak cocok dipakai oleh Rafka. " Rafka sudah selesai mandi nya ? yuk makan " ucap Hani " iya " jawab Rafka lalu duduk di sebelah hani " aku ambilin ya nasi nya " Hani mengambil kan nasi untuk Rafka " makasih Hani. em mbak tri mana ? gak ikut makan ? " tanya Rafka " mbk tri bilang barusan selesai makan " jawab Hani " oowh gitu " " dah yuk makan " ucap Hani " iya " jawab Rafka mereka berdua makan tanpa ada jaim jaim man. biasanya cewe sih yang suka jaim kalau lagi makan apalagi depan cowo. tapi Hani lain dia gak ada jaim jaim nya depan Rafka. dia melahap makanan di depannya dengan santai dan seperti kalau sedang makan sendiri. selesai makan Hani memberes kan meja makan dan mencuci piring. Hani meminta Rafka menunggu di ruang TV. selesai cuci piring Hani mengambil beberapa buku di kamar nya. dia akan mengerjakan tugas dengan Rafka. " Raf, yuk mulai ngerjain tugas nya " Hani duduk di samping Rafka " iya " ucap Rafka TV dibiarkan menyala, tapi suara di nonaktifkan. agar Hani dan Rafka bisa serius ngerjain tugas nya. sesekali mereka berdua juga bercanda supaya tak bosan saat mengerjakan tugas. jarang jarang Rafka mau ngerjain tugas. hanya karena bersama Hani dia bersemangat. " aku ambilin camilan ya Raf " ucap Hani Hani pergi ke dapur membuka kulkas dan mengambil beberapa snack camilan. dan segera membawa nya ke ruang TV. " nih camilannya " ucap Hani " kamu suka makan suka ngemil, tapi kenapa badan mu gak ada gemuk gemuk nya sih Ha ? " celetuk Rafka " hahaha, aku bukan nggak gemuk loh Raf, dengan tinggi badan aku segini ini sudah cukup berisi. " jawab Hani " setiap hari kamu selalu sendiri kayak gini di rumah ? " tanya Rafka " ada mbk tri yang nemenin sampai kak sam pulanh, biasanya jm 8 lebih kak sam sampi rumah " jawab Hani " harus ada satpam di rumah kamu Hani, bahaya hanya tinggal bersama mbk tri " ucap Rafka " iya kak Sam sudah meminta pak sarip untuk jadi satpam full time disini, tapi masih tunggu prosedur di kantor mama " jawab Hani " oh ya baguslah, aku khawatir kamu dirumah hanya bersama mbk tri " ucap Rafka " nggak papa kok Raf, kompleks rumah ku ini cukup aman " ucap Hani " tapi kemaren itu, bisa terjadi juga kan hal hal yang tak diinginkan " ucap Rafka " iya juga sih, semoga gak akan ada kejadian seperti itu lagi. " ucap Hani Rafka sudah menyelesaikan beberapa soal matematika. Hani juga sudah selesai. mereka mengoreksi jawaban mereka berdua. " wahh kayak nya aku bakal ada saingan baru nih di kelas " ucap Hani " maksud kamu Han ? " tanya Rafka " ini jawaban kamu sama persis dengan punya ku, dan kurasa rumus yang kita pakai juga sudah benar. kalau ada UTS nanti nilai kamu pasti bagus Raf. " ucap Hani " ah itu kebetulan aja Hani " ucap Rafka " aku denger dari ilham waktu ujian nasional SMP kamu lulus dengan peringkat ke 2 di sekolah kamu " ucap Hani " ilham bilang begitu, jangan percaya dia hanya bercanda " ucap Rafka " tapi aku lihat cara kamu mengerjakan soal soal tadi, kamu pasti memang anak yang mempuanyai nilai tinggi " ucap Hani " ah udah gak usah di bahas Hani " ucap Rafka malam itu jam menunjukan pukul 19.40 sudah agak malam ya. " Hani, aku pulang ya. sudah malam nih " ucap Rafka " kok cepet banget sih kamu mau pulang ? " tanya Hani " Hani ini sudah malam, aku gak enak disini lama lama " jawab Rafka " tapi aku masih ingin bersamamu Raf " Hani manja di depan Rafka " kamu sungguh menggemaskan Hani " ucap Rafak sambil mengelus Rambut Hani Hani tampak tersipu malu. " Raf, aku baru kali ini manja dengan cowo selain kakak dan papa aku " ucap Hani " sekarang kamu punya aku Hani, nggak papa jika kamu manja pada ku " ucap Rafka " kamu nggak risih liat aku seperti ini. aku memang lah anak yang manja Raf. semua anggota keluarga ku memanjakan ku " ucap Hani " its okey Hani, nggak papa. karena aku sangat menyayangi mu aku rela melakukan apapun untuk mu " ucap Rafka " aaaaa rafka, Hani jadi malu " ucap Hani sambil tersenyum " Rafka pulang dulu ya Hani, besok berangkat sekolah aku jemput lagi " ucap Rafka " baiklah, Hati Hati yaa Rafka di jalan ! jangan negbut bawa motor nya ! " ucap Hani " iya Hani " jawab Rafka Hani berjalan mengikuti Rafka untuk keluar rumah. " sudah kamu di sini saja, ndak usah mengantar ku sampai luar rumah " ucap Rafka " loh kenapa Raf? " tanya Hani " cukup sampai disini aja Hani, jangan di luar karena nggak ada laki laki disini setelah aku pulang " jelas Rafka " ya sudah kalau begitu " ucap Hani Rafka berjalan ke arah pintu. tetapi tiba tiba dia berbalik ke arah Hani. " ada apa Raf? ada yang ketinggalan ? " tanya Hani " Hanindya, apakah aku boleh memelukmu ? " tanya Rafka lirih Hani nampak gugup di depan Rafka. " aaa.. emmm boleh kok Raf " jawab Hani lirih dan menundukkan kepala nya karena malu Rafka langsung meraih Hani dan memeluk nya. pelukan yang sangat Hangat. " trimakasih Hani " bisik Rafka pada telinga Hani sambil memeluk nya " untuk apa Rafka? " tanya Hani " kamu telah mengizinkan ku memelukmu dan mau menjadi milikku " jawab Rafka Hani hanya terdiam dan melebarkan senyum nya. Rafka melepas pelukkan nya. " ya sudah aku balik dulu ya Hani, kamu segeralah pergi beristirahat ! " ucap Rafka " iya Raf " jawab Hani " see you Hanindya " ucap Rafka " see you to Rafka " jawab Hani Rafka keluar dari rumah Hani. langsung menaiki motor nya lalu pergi untuk pulang kerumah. Hani nampak tersenyum senyum sendiri. dia membawa buku buku nya masuk ke dalam kamar. sampai dikamar dia berdiri di depan cermin. tersenyum melihat pantulan dirinya di cermin. maklum Hani sedang kasmaran. " ah Rafka kenapa kami sweet sekali, kamu meminta izin untuk memelukku. aaaa aku merasa aku sangat dihargai . aku sangat menyayangi mu Rafka, semoga kita selalu akur dan selalu bersama " Gumam Hani terdengar suara mobil baru saja datang. ya itu samudera yang barusan sampai rumah. Hani keluar kamar untuk memeriksa apa itu benar kakak nya. " loh Hani belum tidur ? " tanya Samudera saat melihat Hani menuruni tangga " baru jam 8 lebih dikit kak, aku juga mau nunggu kakak pulang " jawab Hani " owh, si Rafka sudah pulang dari tadi ? " tanya sam " sekitar 20 menit yang lalu kak, aku juga baru aja naik ke kamar. em kakak sudah makan belom ? " tanya Hani " belum Hani, tadi kakak langsung pulang aja " jawab Samudera
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD