Ratna sedang meeting ketika Pak Rian menelpon dirinya untuk memberi tahu apa yang terjadi pada anaknya.
Ratna tidak mengetahui jikalau ada yang menelpon, karena HP nya dalam mode hening.
Pak Rian berbicara pada Hani,
"Hani, mama mu tidak mengangkat telepon," ucap Pak Rian
"emmh, saya akan menelpon kakak saya Pak, mungkin mama saya sedang sibuk dikantor nya, " jawab Hani sambil menahan tangis
"sini HP mu Hani!, biar aku yang bicara pada kakakmu, mana bisa kamu berbicara lancar dengan kondisi seperti ini, nanti malah kakakmu bingung dan khawatir", sambung Rere
" ini, " Hani memeberikan HP ny pada Rere
diseberang telepon berbunyi, sang Kakak sedang duduk di teras atas menikmati secangkir kopi sambil memainkan gitarnya.
"Hallo Hani, apakah sudah waktunya pulang?" Samudra berbicara sambil menempel kan HP nya pada telinga
"Hallo kak Sam, ini aku Rere. kakak bisa jemput Hani sekarang? " sahut Rere
"loooh Rere, kenapa kamu yang telepon? Hani kemana? " tanya Samudra
"Kak Sam, Hani tadi terjatuh dikelas sekarang dia berada di klinik sekolah, Dia masih menangis karena Luka di Kakinya" terang Rere
"haaah, kakak kesana sekarang" Samudra terkaget dan khwatir pada adiknya Langsung berlari kekamar berganti pakaian. Lalu segera dia mengambil Kunci mobil dan berangkat ke sekolah Hani.
Samudra sangatlah tahu adiknya adalah anak manja, Hani pasti tak kan berhenti menangis kalau dia belom merasa tenang. Tak Lupa tadi sambil mengambil Kunci mobil Sam juga mengambil Dua s**u kotak kesukaan adiknya, mungkin ini bisa sedikit menenangkan nya karena ini adalah kesukaan nya, pikir Samudra.
Disekolah ilham yang se dari tadi memandang Hani yang memegang erat tangan Rafka, ilham terheran heran tergeleng geleng. kok Rafka diam saja. ilham telah mengenal Rafka dari sekolah TK. Ternyata ilham dan Rafka adalah teman sejak masih kecil, mereka juga bersekolah di SD dan SMP yang sama. tapi ketika memasukki Sekolah menengah Atas tiba tiba Rafka harus pergi pindah keluar kota. tapi mereka masihlah bertukar kabar lewat telepon. masih menyempatkan waktu untuk nongkrong bareng dikala ada kesempatan.
ilham sangatlah mengenal Rafka, dia tak kan mau disuntik cewe seperti itu. Dia memang lah tampan dan menarik perhatian wanita. tetapi sampai diumur hampir mengajak 17 th ini belom lah ilham mendengar bahwa sahabat nya itu dekat atau memiliki pacar. banyak cewe mengejar ngejar mendekati nya, tapi tak ada yang mampu memikat hatinya.
"ilham kok kamu bengong" kata Rere membuyar kan lamunan ilham
" eh egak kok," jawab ilham sedikit kaget
"kamu sedang melihat Hani memegang tangan Rafka dari tadi ya? aku juga heran, Hani tak kan semudah itu memegang tangan laki laki, " ucap Rere dengan sedikit berbisik pada ilham
"oh ya benarkah?, emmm Rafka juga tak kan semudah itu mau dipegang perempuan", bisik ilham
" kalau begitu apa yang terjadi pada mereka ham? " tanya Rere
"eeemmmhh entahlah, aku juga tidak tahu", jawab ilham
dikelas 2 IPA 2 ada lili dan mika yang bergegas akan keluar kelas dengan tergesa gesa. Rangga sangat lah penasaran apa yang terjadi pada Hani. dia berfikir mungkin dia sahabat nya ini mengetahui nya.
"kalian berdua mau kemana? " tanya Rangga sambil menghadang jalan mika dan lili
"ngga, kami harus ke klinik, kami khawatir pada Hani, " jawab kedua sahabat Hani
" Hani,. Hani kenapa?" tanya Rangga
"aku dapat chat dari Rere katanya Hani tadi terjatuh dikelas, dan Kaki nya terluka cukuplah parah," jelas lili
"Gue boleh ikut ke klinik? " sambung Rangga dengan ekspresi menhawatirkan Hani
"Boleh, tentu saja, ayok buruan! " ajak mika sambil sedikit berlari keluar kelas
Rangga tentu khawatir pada Hani. Dia sudah menyukai Hani sejak duduk dikelas 2 SMP, sudah 3 tahun berlalu sejak dia merasakan itu cinta, tapi Rangga tak berani mengungkapkan perasaan nya. Rangga juga mengenal Hani sejak bangku sekolah SD, maklum Rangga tinggal di kompleks yang sma dengan Hani. Tapi beda bLok jadi Sekolah Dasar mereka Ada di kompleks tersebut.
Rangga terus berjalan dibelakang kedua sahabat Hani. mengikuti mereka sampai masuk klinik.
Kedua sahabat tersebut langsung masuk dan melihat keadaan Hani, tapi REre melarang mereka untuk tidak berisik. karena Hani bari saja tertidur sambil terus memegang tangan Rafka.
"ssssstttt jangan berisik! dia barulah tertidur, mungkin karna capek dari tadi menangis" kata Rere sedikit menekankan suara nya.
Rangga melihat keadaan Hani yang tertidur dengan memegang tangan Rafka, membuatnya sedikit kesal. tentu dia cemburu, ada rasa penasaran dalam hatinya. siapa dia? kenapa dia ada disamping Hani? bukankah dia yang menggendong Hani tadi?
rasa khawatir cemburu kesal campur aduk jadi satu dlam fikiran Rangga.
"Raf, tangan loe nggak pegel? " tanya ilham sedikit berbisik pada Rafka
"tentunya, tapi perempuan ini tak melepaskan pegangan nya sedikit pun" jawab Rafka
"kayaknya dia nyaman loe berada disamping nya", ilham sedikit menggoda
" Diem loe", celetuk Rafka yang kesal karena digoda sahabat
lili, mika dan rere mengobrol didepan Klinik, Rere menjelaskan kondisi Hani. Rangga keluar dari ruangan klinik dengan ekspresi kesal.
"loe mau kemana ngga? " tanya mika
"balik ke kelas", jawab rangga singkat tanpa menghentikan langkahnya
" Rangga kenapa? " tanya Rere pada mika
"entah lah," jawab mika sedikit dengan menggerakkan bahunya
Samudra memarkirkan mobilnya di parkiran SMA Garuda. Dia bertanya ruangan klinik pada satpam. Samudra langsung berjalan dan sedikit berlari menuju klinik sekolah. dikursi depan klinik Ada Pak Rian sedang duduk berbincang dengan dokter, Samudra menghampiri Pak Rian.
"assalamu'alaikum, saya samudra kakaknya Hani", samudra mengucap salam sambil memperkenalkan diri
" oh iya, saya Pak Rian. WAli kelas Hani, dan ini dokter klinik disekolah kami" jawab Pak Rian
"bagaimana keadaan adik saya?" tanya samudra
"tidak apa apa, saya sudah menjahit luka nya, dia akan segera sembuh, dia harus minum obat yang saya resep kan dan makan makanan yang mendukung protein hewani" jelas Dokter
"mari masuk nak samudra," Pak Rian mempersilahkan Samudra masuk ke ruang rawat klinik
diikuti ke 3 sahabat Hani juga mengekor masuk lagi kedalam ruangan.
samudra langsung mendekat berdiri disamping Hani memegang tangan adiknya, dengan perasaan sedikit lega, karena melihat adiknya yang tertidur pulas.
Rafka berdiri dari duduk nya saat melihat kedatangan laki laki yang tak dikenalnya itu.
"Hani tertidur, mungkin karena kecapekan menangis", ucap Rafka pada Sam
samudra hanya menatap Rafka heran, dia belom pernah melihat anak ini. dia tak pernah tahu kalau adiknya punya teman dekat lelaki. tentu saja mereka dekat pasti, karena Sam melihat Hani memegang erat pergelangan tangan Rafka saat tertidur pulas. itu tanda nya Hani nyaman berada disamping anak ini. Batin Sam.
Samudra Lalu pergi berbincang dengan Pak Rian dan dokter. Pak Rian menjelaskan kejadian yang dialami Hani dikelas, sesuai penjelasan dari teman teman Hani yang saat itu juga berada dikelas. Pak Rian juga memberikan izin pada Hani agar beristirahat dulu dirumah sampai keadaannya membaik.
"emmhhh.... iih.... sssss... auuu" desah Hani yang muali membuka mata terbangun dari tidurnya dan langsung merasakan kembali sakit Kaki nya.
"loe sudah bangun? " tanya Rafka yang tak beranjak dari samping Hani sejak tadi
"aduhhh sakiiiittttt..... Hu. Hu. Hu" Hani hanya menjawab dengan sedikit tangis
Samudra mendengar suara Hani terbangun, langsung datang menghampiri Hani.
"kamu sudah bangun? " tanya Sam
"kakak," Hani melepas pegangan tangan pada Rafka dan langsung berganti memeluk kakaknya, tentunya sambil menangis
"kata dokter ini nggak parah, ini akan segera sembuh, sudah jangan menangis", Sam menenangkan Hani
" tapi ini sakit kak", gerutu Hani
"kakak bawa sesuatu untuk mu". sambil menyodorkan s**u kotak yang dibawanya dari rumah untuk diberikan pada Hani
"haaahhh su.. s" Hani langsung menyahut kedua s**u itu.. "trimakasih kak Sam"! Hani mulai tersenyum
Rafka masih berdiri disamping kiri Hani, dan melihat tingkah Manja Hani. " ehh manja bener ni anak, dia nggak tau apa tangan Gue sampek kram gara gara dia pegang dari tadi". batin Rafka
"Hani, kakak belom pernah melihat teman mu yang ini", Sam berkata sambil menunjuk Rafka
Hani melihat Rafka yang berada disamping nya, sontak dia teringat. kalau lah Rafka yang menggendong nya ke klinik. dia juga yang menemani nya saat dokter melakukan tindakan medis. "aku kira dia sudah pergi, ternyata dia masih disini" batin Hani.
"ohh dia Rafka kak, dia temen sekelas Hani mulai Hari ini, dia anak baru pindahan Dari luar kota" jelas Hani sambil menyedot s**u kotak nya
"Hai Rafka, Gue samudra kakaknya Hani", Sam menjulurkan tangan nya pada Rafka ingin berjabatan tangan
" Gue Rafka," sambil menjabat tangan Sam
"Gue denger dari Rere loe yang nolongin dan jagain Hani dari tadi, makasih ya! " ucap samudra pada Rafka
"iyaa sama sama", balas Rafka singkat
"bisakah gue minta tolong lagi Raf? " tanya Samudra
" yaaa!? " jawab Rafka sambil melihat Sam
"Bantu gue membawa Hani kedalam Mobil"! ucap samudra
" emh iya bisa, " jawab Rafka
samudra berpamitan pada Pak Rian dan dokter. lalu dia berada disebelah kanan adiknya, dan Rafka disebelah kiri Hani. mereka berdua memapah Hani berjalan menuju mobil. dokter menyarankan agar Hani mandiri berjalan seperti biasa, itu akan membantu proses penyembuhan an luka pada kaki nya.
"ahh.. auuuu,.. sakit kak huhu" rengek Hani pada kakaknya
"tapi Hani dokter bilang kamu harus bisa berjalan", kata samudra
" tapi ini sakit kak" rengek Hani lagi
"Biar saya gendong dia kak, kakak ke mobil saja dan siap kan mobil nya" tegas Rafka pada Sam
Rafka langsung membopong Hani dengan kedua lengan tangannya. melihat itu samudra labgsung berjalan menuju mobil, menyiapkan membukakan mobil.
ada rere, lili, mika dan ilham berjalan di belakang Rafka mengantar mereka ke mobil, Rere juga sudah membawa tas milih Hani.
Rafka mendudukkan Hani dikursi depan dekat dengan sopir yang sudah sedikit diposisikan agak tertidur oleh samudra.
Rere menaruh tas Hani di bangku belakang.
"trimakasih" ucap samudra
Rafka mengagukkan kepala nya.
samudra langsung masuk kedalam mobil dan pergi pulang kerumah, sahabat sahabat Hani melambai kan tangan nya pada mobil tersebut.
ada beberapa siswa siswi melihat Hani digendong oleh Rafka, mereka terkagum melihat Rafka yang begitu kuat membopong Hani. ada juga yang kagum melihat ketampanan kakak Hani.
"beruntung sekali Hani dekat dengan cowo cowo tampan" ucap slah satu murid
sahabat sahabat Hani kembali ke kelas. begitu juga Rafka dan ilham.
diperjalanan menuju kelas mika yang penasaran pada Rafka langsung mencoba berjalan disamping Rafka dan mengajak mengobrol.
"Hai, Kamu siswa baru ya, kenalin Aku mika. Sahabat Hani" mika memperkenalkan diri dan menjulurkan tangannya
"Gue Rafka" jawab Rafka singkat tanpa membalas jabatan tangan dari mika.
mika sedikit kecewa dengan sikap Rafka yang cuek.
"trimakasih sudah membantu Hani hari ini" ucap lili
"ya". ucap Rafka sambil mempercepat langkahnya menjmuju kelas
" ihhh kok cuek banget sih tuh cowo" kata lili
"biarin aja dia emang gitu," jawab Rere
Mika hanya memandang punggung Rafka yg semakin jauh tanpa berkata apa apa. dia sedikit kesal dengan sikap Rafka,. tapi dia penasaran pada Rafka. ada rasa yang tak biasa pada dirinya ketika melihat Rafka.
Dirumah Hani.
Hani digendong Samudra berjalan menuju kamarnya. diikuti mbak Tri yg membawa tas Hani.
samudra mendudukkan adiknya diranjang dan menyuruh mbak Tri menyiapkan makan siang. lalu samudra menelpon mama nya.
"Hallo mah, " sapa Sam ditelepon
"iya Sam ada apa? " jawab Ratna
"mah Hani terjatuh disekolah, tapi Sam sudah membawa nya pulang" jelas Sam
"hah kok bisa terjatuh? bagaimana keadaannya? apa Hani terluka parah Sam?, " Ratna khawatir pada Hani
"sudah ditindak oleh dokter mah, dia akan makan dan minum obat setelah ini" jawab Sam
"mama akan pulang 2 jam lagi Sam, mama batalin aja makan malam nanti diluar, mama urus pekerjaan yang sudah terlanjur mama kerjakan ini dulu ya, kamu jaga Adikmu" jelas sang mama
"oke ma" jawab Sam lalu mematikan panggilan telepon nya.
Hani hanya duduk terdiam diranjangnya, melihat luka di kakinya. Samudra membawakan satu piring makan untuk Hani.
"ayo, Hani makan dulu lalu minum obat" Sam mendekat pada Hani
"tapi Hani masih kenyang kak" jawab Hani
"ini sudah jam makan siang kamu harus makan dan meminum obat mu biar cepet sembuh" jelas sang kakak
Hani hanya terdiam memandang sang kakak.
"udah kakak suapin aja,haaaaaKkkkkkkk....... " ekspresi Sam menyuruh Hani membuka mulut
"Hani menurut Saja disuapin kakaknya"
Samudra sangat lah sayang pada adiknya. dia tidak sedikit pun memiliki rasa cemburu pada adiknya yang lebih diperhatikan dan dimanja oleh kedua orang tua nya.
Samudra menyiapkan obat untuk diminum Hani.
"ini minum obat nya". ucap Samudra
"iya" jawab Hani mengambil lalu menelan obat nya
"Hani, apakah temenmu yang bernama Rafka itu gebetan kamu?" tanya Samudra
"uhuk uhuk. uhuk. uhuk.. " Hani terbatuk batuk mendengar pertanyaan Sam saat dia minum air
"ishhhh... pelan pelan Hani".. ucap Sam seraya menepuk pundak Hani
"apaan sih kak, Hani aja Baru ketemu orang itu Hari ini, " jawab Hani dengan ekspresi cemberut
"tapi kakak lihat kamu nyaman berada di samping nya, ehhhh ciyeeeee..... kayak e dia bakalan jadi orang istimewa dihidup mu, Dia juga baik walaupun sedikit cuek" goda sang kakak
"apaan sih kak, Hani itu baru kenal, mana mau Hani sama cowo angkuh cuek macam tuh anak".
" ssssttttt jangan bilang gitu!, tadi kamu memegang tangan nya sepanjang tidurmu di klinik sekolah, mana mungkin kamu memegang erat tangan nya kalo kamu tidak merasa nyaman, ciyeeeeeeeeeeee..... adikku sudah besar dah berani dekat dekat sma cowo,... ciyeeeeeeee..... haniii..... "
Samudra terus menggoda Hani.
Hani semakin kesal dan malu digoda kakaknya.
" ihhhh kakak udah keluar sana dari kamar Hani, Hani mau bobok aja", ucap Hani sambil pura pura memejam kan mata nya.
"ehhhhh ciyeeee Hani,.... ciyeeee.... "
"kakak keluar!... brrrrrruuukkk... " Hani yg malu karna godaan kakaknya melemparkan bantal pada kakaknya dan menyuruh kakaknya keluar
samudra terus menggoda Hani walau sudah berjalan keluar dari kamar Hani.
Hani meringkung dikasur sembari memejamkan amata nya dengan senyum mengembangkan malu nampak dibibirnya. Hani merasa aneh, kenapa bisa senyaman itu didekat Rafka.
disekolah
waktu menunjukkan pukul 11.30... tetetet... tetetet.. tetetet.. tetetet....
bell anda pulang sekolah berbunyi, sebelum nya sudah ada instruksi memang sekolah dipulangkan lebih cepat karna ada Rapat wali murid Baru kelas 1.
Rafka, ilham, Roni dan johan bergegas pulang sekolah. mereka berencana untuk pergi nongkrong dulu di cafe tempat dimana ilham dan Rafka sering nongkrong bersama.
begitupun juga dengan siswa siswi yang Lain berhambur keluar gerbang meninggal kan sekolah.
Rere berdiri didepan sekolah bersama Lili dan mika yang menunggu jemputan. Rangga datang nyamperin mereka,
"Hai" sapa Rangga
"eh Rangga, loe nunggu jemputan juga? '' tanya lili
" enggak, aku bawa motor sendiri, aku kesini mau nanya gimana keadaan Hani tadi? "
"oh Hani, dah pulang dijemput kak Sam, dia baik baik aja kok'' jawab Rere
" lalu siapa siswa yang berada disampung nya tadi", Rangga memasang ekspresi penasaran
"ohh itu siswa baru dikelas ku, namanya Rafka, dia pindahan dari luar kota", jelas Rere
"baru kenal kenapa sudah sedekat itu, hhhmmmmhh siiiitttt", gumam Rangga lirih
" loe ngomong apa sih ngga,? gue gak denger," tanya Rere
"ah enggak, ywdah gue mau ambil motor gue ke parkiran dulu, trs balik,. Bye",
Rangga pergi menuju parkiran untuk mengambil motor miliknya.
sedangkan Rere, lili dan mika naik mobil jemputan Rere untuk pergi ke taman. mereka tak langsung pulang mereka akan mampir ke taman untuk mengbrol bersama.
sampai di taman mereka duduk di sebuah gazebo yang dikelilingi banyak pepohonan, suana nya jadi adem.
"sayang banget ya, Hani ndak bisa ngumpul bareng kita, " ucap lili
"iya, eh gimana kalo besok pulang sekolah kita kerumah Hani buat jenguk Hani, hari ini biarin dia istirahat dulu, " ajak mika
"oke hayuk jengukin Hani, aku juga pengen kesana lihat kondisi nya, oh iya ini oleh oleh aku dari Singapore, " rere menyodorkan 2 bingkisan pada sahabatnya.
"wahh trimakasih Rere", ucap lili dan mika bebarengan
Dirumah Hani.
"assalamu'alaikum, mama pulang..." terdengar suara Ratna memasuki rumah.
samudra yang duduk di sofa langsung berdiri menyambut mama nya.
"eh mama dah pulang"... ucap samudra
" Sam, bagaimana keadaan adikmu?
"Hani sedang tidur ma, tadi aku suapin dia trs ku suruh minum obat, dan dia meminta ku keluar katanya dia mau tidur, "
"ywda mama keatas, kekamar Hani dulu".
samudra kembali duduk disofa dan menonton TV.
Ratna masuk ke kamar Hani membuka pintu pelan pelan. Duduk disamping ranjang Hani dan melihat luka di kaki perempuan nya.
Hani terbangun karna seperti merasakan kehadiran seseorang di samping nya.
"mama.... " Hani terbangun dan mengucek cuek matanya
"kenapa bangun sayang? gpp tidur lagi aja! "
"mama kok sudah pulang? mama kaki Hani dijahit ma", ucap Manja Hani pada mamanya
" iyah mama sudah tau dari kakakmu, gpp sayang ini luka ringan bisa segera sembuh kalo kamu minum obat dan tentunya berlatih berjalan menggerakkan kakimu agar tidak kaku"
"tapi sakit ma, bagaimana caranya Hani berjalan" ? rengek Hani
Ratna tersenyum melihat tangkah manja anak perempuan nya. Hani sangatlah manja. terluka sedikit saja akan membuatnya menangis. apalagi ini luka yg cukup panjang, bahkan sampai dijahit.
"ma, Hani ingin makan sesuatu". ucap Hani
" apa sayang,? kamu mau makan Apa?" tanya Ratna
"Hani mau makan mie Ayam bakso wonogiri yang ada diseberang jalan masuk kompleks ma",
" mama akan menyuruh kak Sam membelikannya untukmu, tunggu yaa",
" oke ma"
Ratna berjalan mendekati samudera, meminta samudera membelikan mie ayam bakso untuk Hani. tanpa pikir panjang samudera langsung pergi naik motor nya ke warung mie ayam tersebut.
20 menit Samudera sudah sampai lagi dirumah, dan memeberikan mie ayam bakso pada mama nya. Ratna segera menyiapkan mie ayam bakso itu untuk Hani.
"sayang ini mie ayam nya, " berjalan masuk kekamar Hani dan menaruh mangkuk yang berisikan Mei ayam diatas meja di dekat jendela kamar Hani
"ma, bagaimana Hani bisa berjalan kesana?" Hani sudah menurun kan kaki dilantai tapi takut untuk berdiri
"sini mama bantu" Ratna merapat anak nya berjalan dan mendudukanya dikursi
Hani langsung melahap mie Ayam bakso yang ada didepannya. Hani adalah anak yang suka makan. tapy badannya ndak gemuk, standart saja.
melahap Habis mie ayam bakso tanpa tersisa. ditemani Ratna yang sedang manghadap laptop mengerjakan pekerjaan kantor nya.
Rangga sedang berada ditoko buah. dia berniat untuk pergi kerumah Hani, untuk menjenguk Hani.
Rangga sangat lah peduli sma Hani. Keluarga Hani juga sudah kenal dengan Rangga, sama seperti mengenal sahabat sahabat Hani.
Rangga sudah beberapa kali kerumah Hani, untuk sekedar menanyakan tugas, karna memang rumah Rangga dan Hani satu kompleks, mama Hani dan Rangga juga saling kenal karena ada grup arisan satu kompleks.
Rangga tancap Gas kerumah Hani.
ting... tung... ting.. tung...
suara bell rumah Hani berbunyi.
samudera bergegas membukakan pintu.
"assalamu'alaikum kak Sam"
"waalaikumsalam, eh Rangga, "
"aku mau jenguk Hani kak, tadi aku belom tahu keadaan dia waktu di klinik sekolah",
"ayoo masuk, duduk dulu ya aku keatas panggil Hani",
samudera mempersilahkan Rangga maduk dan duduk
Lalu dia berjalan keatas menaiki tangga menuju kamar Hani.
" Hani, ada Rangga dia bawah" bicara sambil mendekati adiknya
"oh, ya.. ngapain kak dia kesini? " tanya Hani kaget
"ya mau nengokin kamu lah Han, dia bawah buah sek ranjang" jawab sangat kakak
"emmmhhh gimana Hani menuruni tangga kakak? gimana ma?" tanya Hani manja pada san kakak dan sang mama.
"gimana ma, apa Rangga disuruh naik kesini aja? tanya sam pada mama nya
" emm gendong Hani kebawah Sam,! Hani sepertinya tak akan suka kalau Rangga ke kamarnya, " jawab mamanya
"iya kak, mama bener" ucap Hani
samudera menggendong sangat Adik menuruni tangga.
Rangga langsung berdiri mendekat dan seperti ingin membantu.
"gpp Rangga duduk aja," ucap samudera
Rangga hanya tersenyum kikuk.
Samudera mendudukan Hani disofa.
Ratna mengikuti turun ke ruang Tamu, tapi langsung berpamitan untuk kekamar mengerjakan pekerjaan kantor nya. memeberikan waktu untuk Rangga berbincang dengan Hani, begitu juga Samudera yang pergi ke kamar meninggalkan Hani dan Rangga berdua.
mbk Tri sudah membuat kan minum untuk Rangga.
"trimakasih mbak" ucap Rangga
mbk Tri tersenyum menganggukan kepala lalu kembali kebelakang.
"Hani bagaimana keadaanmu?" tanya Rangga memulai obrolan
"gue udah baik kok, kata mama dan kakak ini akan segera sembuh",
" oh ya ini aku bawain buah buah an untukmu" Rangga menunjukan satu ranjang buah pada Hani
"oh trimakasih rangga, kok loe repot repot sih ngga"
"ah gakpapa Hani, aku khawatir akan keadaan mu, tadi waktu aku ke klinik melihat keadaan mu, kamu sedang tertidur,"
"oh ya,heheheh mungkin gue kecapekan menangis sampai tertidur" ,
"Hani apa tidak ada laki laki di kelas mu, sampai sampai kamu harus menaiki kursi untuk memasang jadwal piket?" tanya Rangga
"ehh, gakpapa ngga,. itu sudah tugas ku sebagai ketua kelas, gue aja yang kurang Hati hati".
" ku dengar wakil ketua kelas mu laki laki, kenapa tidak menyuruh dia untuk menempel jadwal? "
"owh itu, iya.. tapi emang gue mau berusaha sendiri ngga"
"lain kali loe minta tolong pada wakil loe Han, kalo itu emang bukan pekerjaan seorang wanita".
Hani hanya tersenyum, mendengar ucapan Rangga.
Rangga terus mengajak Hani mengbrol.
Hari sudah semakin sore Rangga berpamitan untuk pulang.
Hani pun kembali digendong samudera kekamar nya, dia ingin mandi tp jahitan dikaki nya tidak boleh terkena Air, alhasil dia hanya membasuh muka dan mencuci tangan serta mengganti pakaian.
Hari telah berganti malam, waktu menunjukan pukul 19.00 waktunya makan malam.
Ratna sedang menyiapkan makan malam dimeja bersma mbak Tri.
"samudera bantu adikmu turun, ayo kita makan malam"! ucap Ratna mengencangkan suara nya agar terdengar oleh samudera
" oke ma" sahut samudera samar
samudera bergegas memasuki kamar sang adik dan mengajak nya turun, tapi kali ini samudera tak mau menggendong sang adik.
"ayoo Hani aku bantu jalan, jangan minta gendong" ucap samudera
"tapy kak ini nanti kita turun tangga, Hani takut sakit" rengek Hani
" kan belom dicoba Hani, kakak akan membantumu ini tidak akan sakit, kamu harus terbiasa agar segera sembuh "
Samudra merapat Hani pelan pelan
keluar dari kamar dan berjalan menurun tangga, kamar Hani dan Samudera ada di lantai Dua dan ada teras balkon juga dilantai dua.
sedangkan kamar orangtua nya ada dilantai satu, dan ada satu kamar untuk tamu. ada satu kamar lagi untuk mank Tri ada di samping dapur. mbk tri adalah anak dari mbok yem pembantu dirumah ini yah lama, mbok yem sudah meninggal 2 tahun lalu. mbok yem lah yg membatu keluarga kusuma sedari kusuma menikah dan mempunyai anak, setelah mbok yem meninggal, Ratna meminta mbk Tri untuk menggantikan mbok yem, karena Ratna juga sudah kenal dengan Tri.
"Hati hati Sam" ucap Ratna pada Sam yang sedang membagi sang adik menuruni tangga
"au.. ishhh auuu... kaakkk" rintih Hani
" tenang sebentar lagi tangga nya sudah selesai " samudera menenangkan sang adik
terus membantu sang adik berjalan dan mendudukanya di kursi Ruang Makan.
"kan gak sakit? kamu hanya takut Hani," ucap sang kakak
"iya emang Hani takut sakit" gerutu Hani manja
"kakak besok ada kuliah, jadi nggak bisa full bantuin kamu dirumah, jadi kamu harus belajar mandiri" jelas sang kakak.
"kalau kakak gak ada, aku mau dikamar aja gamau turun" ucap Hani sedikit cemberut
"tapi didalam kamar kamu harus belajar berjalan sperti biasa Hani" ucap sang kakak
"hhhhmmmm" Hani hanya Berdehem
"oh ya ma, tadi samudera sudah mendapatkan izin dari Pak rian wali kelas Hani agar Hani beristirahat dulu dirumah besok" jelas Sam pada sang mama
"oh ya trimakasih ya Sam, kamu sudah bantuin mama, besok pagi mama akan hubungi Wali kelas Hani lagi, sudah sekarang ayok makan dulu"!
Hani dan Samudera melahap makanan didepan nya.
" assalamu'alaikum, papa pulang"
suara salam kusuma sambil memasukkan rumah.
"waalaikumsalam, sini pah! kita makan malam" ucap Ratna mengajak sang suami makan bersama
kusuma mencuci tangan dan duduk di samping Ratna, sebelum duduk dia melihat plester lebar menutupi kaki Hani.
"Hani kaki mu kenapa? kok diplester selebar itu" tanya kusuma pada Hani
Ratna dan samudera belom memberi tahu Kusuma tentang kejadian yang menimpa Hani disekolah. Karna takut menggangu pekerjaan kusuma.
"papa... Hani terjatuh dari kursi waktu disekolah tadi, kaki Hani dijahit'' ucap manja Hani pada sang papa
" benarkah? kenapa tidak ada yang memberi tahu papa?" tanya kusuma yang kaget dan sedikit kesal karna tak diberi tahu tentang apa yang terjadi pada Hani
"pah, Hani sudah tak apa apa, dia akan segera sembuh, mama dan Samudera sengaja tak memberi tahu papa, agar papa fokus kerja" jelas sang istri
"tapi Hani apakah kamu benar benar tak apa apa? apa perlu kita kerumah sakit lagi?" kusuma khawatir apda anak gadisnya
"Hani sudah gpp kok pah, Hani sudah capek menangis tadi disekolah, sampai tertidur" ucap Hani sambil sedikit nyengir
"sudah pah ayokk makan dulu" Ratna mengambilkan nasi dan lauk ke piring Kusuma
keluarga ini sangatlah harmonis, semua anggota kluarga saling menyayangi. setelah makan malam pun mereka menyempatkan untuk menonton dan berkumpul bersama didipan TV, bercengkrama bersama. ya... Hani lah yang selalu dimanja dikeluarga ini. semua perhatian memang dicurahkan untuk Hani.
*****""***
Hari sudah berganti pagi, Ratna sudah menelfon wali kelas Hani untuk izin Hani. kusuma sudah berangkat ke kantor, dan samudera juga bersiap berangkat kuliah.
Ratna sengaja tidak ngantor Hari ini karna akan menemani menjaga Hani dirumah. dia akan mengerjakan semua pekerjaannya dari rumah.
di Sekolah SMA Garuda
bell masuk kelas telah berbunyi, semua siswa siswi memasuki kelas masing masing.
Hari ini semua sudah mulai produktif.
siswa siswi dengan tenang mengikuti pelajaran dengan baik, tapi pasti adalah beberapa siswa nakal yg colut, lebih milih mojok atau ngayap ke kantin pada jam pelajaran.
tettet.. tettet... tettet... belum berbunyi tanda istirahat..
Rere belum bergegas dari tempat duduknya.
" loe nggak ke kantin Re? " tanya ilham
"emm lagi males mau ke kantin pasti rame banget, ntar aja deh" jawab Rere
"ehh gimana kabar Hani, apakah dia baik baik saja? tanya ilham
Rafka yang mendengar ilham menyebut nama Hani langsung mendongakkan kepala nya yang tadi nya menunduk di mejanya.
"semalem aku chat dia, katanya sudah mulai membaik, dan nanti sepulang sekolah aku mau kerumah nya jengukin dia, sama lili dan muka juga, emmm loe mau ikut? " jelas rere pada ilham
Rafka semakin penasaran dengan keadaan Hani. entahlah ini baru pertama kali jya dia mengkhawatirkan orang lain. dia juga bingung ada apa dengannya.
ilham menoleh kebelakang mengahadap Rafka.
"Raf loe mau ikut?" tanya ilham
"kemana? "
"jengukin Hani" jawab ilham
Rafka hanya terdiam.
"ayolah Raf ikut aja, kamu juga sudah nolongin Hani kemarin, pasti Hani seneng kalau kamu mau ikut jengukin" ajak Rere
"tapi...
" dahlah ikut aja Raf, nurut lah sma gue", ilham memotong perkataan rafka
Karena ilham tahu rafka akan gengsi dan menolak ajakan menjenguk Hani, makanya dia langsung aja motong kata kata Rafka.
"oke.. nanti aku tunggu kalian didepan sekolah ya, sekarang aku mau ke kantin dulu, bye bye" ucap Rere lalu pergi keluar kelas
Rafka tipe orang yang cuek dan kaku. dia sperti tak menghiraukan apa yang terjadi di sekitar nya. ilham sudah mengenal Rafka dari kecil, ilham penasaran kenapa Rafka peduli pada Hani yang baru dia kenal kemaren. maka dari itu ilham mencoba agar Rafka dekat dengan Hani siapa tahu karena Hani Rafka bisa berubah menjadi orang yang peduli dengan keadaan sekitar, tidak cuek dan kaku seperti ini.
waktu istirahat sudah selesai, siswa siswa memulai pelajar didalam kelas masing masing. ada beberapa kelas yang kosong tidak ada kehadiran Guru.
pasti kelas gaduh kalau tidak ada guru nya.
waktu menunjukan pukul 13.00
tetetet.. tetetet... tetetet... tettetet......
bell tanda pulang sekolah berbunyi.
semua murid bersiap pulang kerumah masing masing. sebenarnya ada pelajaran ekstra di sekolah ini, tapi masih belom berjalan karna Guru masih sibuk.
"ham gue keluar duluan ya, gue mau nyamperin lili dan mika. gue tunggu kalian berdua didepan sekolah, oke"
"oke" jawab ilham singkat
sedangkan Rafka masih saja menundukkan kepala nya dimeja.
"Raf, ayoookk" ajak ilham
"loe aja deh gue gak ikut" jawab Rafka
"enggak bisa, loe harus ikut. loe itu perwakilan dari kelas ini sebagai wakil ketua kelas" bujuk ilham
"apaan sih" Rafka memasang ekspresi sinis
"Dahlah hayuk, loe bawa motor atau mobil Hari ini.? " tanya ilham
"gue bawa motor" jawab rafka
.
"yawdah lope boncengin gue kerumah Hani",!
" hmmmm"
mereka berjalan keluar menuju parkiran.
Rere, lili dan mika sudah mn menunggu didepan sekolah.
"mana sih re mereka lama banget" tanya lili
"mungkin lagi diparkiran, kalian berdua masuk aja ke mobilku, aku akan menunggu mereka disini" Rere menyuruh kedua sahabat nya masuk kedalam mobilnya.
Rere selalu diantar jemput, sedang kan lili dan mika mereka ndak selalu diantar jemput, kadang mereka naik bus sekolah.
"brrruuuummmmm,... "
suara motor sport milik Rafka berhenti didepan Rere
"iihhh kalian lama banget sih," ucap Rere sebel
"yawdah ayook re, loe naik apa? tanya si ilham
" itu mobil gue dah ada supirnya, kalian ikutin aja yaa! " Rere masuk mobil dan langsung menyuruh supirnya tancap gas kerumah Hani.
sampai dirumah Hani Rere, lili dan mika langsung trun dari mobil. mika sedikit gerogi karna ada Rafka, yang juga turun dari motor nya.
"ayuukkk" ajak Rere
"ting tong ting tong ting tong"
suara bell rumah Hani berbunyi.
Ratna kelaur dari kamarnya dan membukakan pintu.
"assalamu'alaikum tante" ucap Rere
"waalaikumsalam eh ada rere lili dan mika,.
ayuukkk nak masuk" Ratna mempersilahkan mereka masuk..
"emm ini siapa yaa tante belim pernah liat sbelum nya? " tanya Ratna pada kedua lelaki itu
"oh ini temen sekelas Rere sma Hani te, ini ilham dan ini Rafka" jelas Rere
"Hallo tante aku ilham" ilham menjabat tangan Ratna
"aku Rafka" Rafka sedikit kaku dan ikut menjabat tangan ratna
kalian duduk sini yaa tante akan panggilkan Hani. Ratna mempersilahkan teman Hani duduk disofa,.
lau dia nyamperin mbak Tri didapur untuk membuatkan camilan dan minum untuk teman teman Hani.
lalu Ratna naik keatas kekamar Hani.
"Hani, ada teman teman mu dibawah", ucap Ratna
" hah siapa mah? "
"ketiga sahabat mu dan ada lagi teman mu yang lain, ayo nak kita turun, gak enak kali mereka nungguin lama"
Ratna merapat Hani keluar kamar dan menurui tangga.
Rafka duduk disofa yang mengahadap tangga jadi dia bisa melihat Hani menuruni tangga bersama sang mama, seketika Rafka berdiri berjalan menghampiri Hani dan membantu Ratna merapat Hani,
"wahhh terimakasih nak, kamu baik sekali" ucap Ratna
Hani terheran heran melihat Rafka sudah ada samping nya dan membantu nya berjalan. begitu juga dengan teman teman hani yang lain.
Rafka berbicara dalam Hati. "kenapa gue tiba tiba berdiri nyamperin ni anak, bantuin dia lagi . apa sih yang ada fikiran gue,. kenapa gue jadi gak fokus."
Rafka dan Ratna mendudukan Hani di Sofa. seketika ketiga sahabat nya mendekati Hani.
Ratna juga mengobrol singkat dengan mereka dan kembali ke kamar untuk melanjutkan pekerjaannya.
tak lupa dia juga mempersilahkan teman teman dari anaknya itu untuk memakan camilan dan meminum minuman yang sudah disediakan.
"Hani, satu hari gak ada kamu dikelas rasanya aneh banget tau nggak? " gerutu si Rere
"Han, kamu sudah baik baik saja kan? tanya lili
" aku sudah gakpapa kok, aku akan izin sekolah 2 Hari. karena mama ku sudah minta izin ke Pak Rian."
...
lanjut kan --------