PoV 3 Untuk mempermudah mengetahui semua, othor pake PoV 3. Semoga berkenan. ~~~~ "Pak, Aku khawatir terjadi apa-apa pada Amel." Riana panik. "Sudahlah, Bu. Do'akan saja. Lebih baik kita coba dekati. Bujuk dia agar emosinya stabil!" Sanusi--Bapak Amel-- memberi solusi. Riana mengangguk. Mereka mendekat pada Amel yang masih terus saja mengamuk. Tapi, sepertinya Amel tahu kedatangan orang tuanya. Dia berhenti dan menatap dengan Ibu. "Ma ...." Amel langsung memeluk Ibunya dengan erat. Riana mengelus pucuk kepala Amel. "Tenang, Sayang. Mama akan hukum orang yang telah membuat kamu menjadi seperti ini!" Riana berucap pada anaknya penuh penekanan. Ia benar-benar sakit hati, melihat putrinya yang sekarang ini. Baginya Amel anak yang baik, manja tapi cukup mandiri. Dia gadis yang tegar dan

