"Apa benar yang di katakan Dokter Maria tentang Fardan, Mel?" tanya Riana saat mereka sudah berjalan pulang. Amel mengangguk. Amel sebenarnya senang melihat Fardan mau untuk konseling tapi mengingat Iryani yang Keukeh akan menikahkan suaminya untuk wanita lain, Amel memilih menjauh. Tak ingin untuk berdamai, ia takut hatinya kembali hancur. "Kenapa kamu tak cerita sama Mama untuk masalah ini, Nak?" Riana sedih. "Ini masalah yang sangan intim. Mana mungkin aku cerita, Ma." "Kamu itu! Selalu bisa menjaga apa yang harus di jaga. Tapi, seharusnya masalah seperti ini kamu juga bisa lebih terbuka sama mama!" Amel menghela nafas. Mana mungkin dia membuka hal tentang tentang urusan ranjang. "Sudah ya, Ma. Sekarang Mama sudah tahu. Jaga agar sampai Papa tahu!" cicit Amel. Riana terdiam, dia

