BAB 26

3803 Words

Mereka tiba di rumah Rio sekitar pukul 18.00. Aba, Umi, Rio dan istrinya (Nisa) menyambut mereka. "mana anakmu?" tanya Umi sambil mencium kening Isti. Umi menyayangi Isti seperti anaknya sendiri. "Dia diajak sepupu Mas Aji kerumahnya, nginep disitu. Usianya sepantaran Umik." "kamu kok jahat sich ga main ke sini? Kamu ga inget? siapa kalo lagi datang bulan nyiapin air hangat? usap punggungmu? terus kamu punya kutu, siapa sing metani? Mamamu cuma ngikik kalo tak critani, mana mamamu sekarang? sik ngintili papamu ta?" tanya Umi saat Isti mencium punggung tangannya. Isti tertawa kecil saat mengingat masa-masa itu, terlebih ucapan ceplas-ceplos Umik. Memang mama Isti setia menemani papanya, kuatir diambil pelakor, karena pelakor sekarang walau jelas mempunyai istri, tapi tetap pantang mu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD