BAB 16

1651 Words

Bulan telah berganti. Seperti hari biasa, Isti melangkahkan kakinya memasuki kantor, dia berjalan menuju ruangan Selvia. Dari pintu kaca, dia melihat wajah wanita paruh baya ini duduk termenung dan wajahnya tampak muram. Ketukan pintu, membuat Selvia sadar. Lalu ia tersenyum dan mengangguk, pertanda diperbolehkan masuk. "Ada apa Bu Selvi? Kok tidak seperti biasanya...." tanya Isti saat melihat wajah Selvia yang sedikit dingin tanpa senyum, dia duduk di depan meja kerja Selvia. "Target tahunan masih kurang banyak...kalo ga nyampek target, kantor ini ditutup. Terus dimana harga diriku? Aku malu sama kantor lain..." Ucap Selvia tanpa melihat Isti. "Bagaimana kalo kita buka pameran Bu? Biasanya kan banyak yang respon" Isti mencoba memberi solusi. "Aku nggak punya waktu untuk mengajuka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD