BAB 13

3706 Words

Tubuh Isti meremang merasakan pelukan Aji di belakangnya. Beberapa bulu kuduknya berdiri karena hembusan nafas si pria. "Mas Aji, jangan gini! " Panggilan khusus untuk prianya pertama kali terucap dari mulut Isti sambil sibuk dengan minuman yang dibuatnya. "Mas Aji?? Kok aku merinding ya.." Aji mencium pundak Isti dan semakin mempererat pelukannya. Lelaki itu senang sekali atas panggilan sayang untuknya. Isti menahan sunggingan bibirnya, ternyata Aji tak menolak panggilannya yang baru. "Mas...tolong jangan turunin harga diri janda donk!" "Emang cabe? Harga bisa naik-turun" Aji mengusap lembut perut Isti yang tertutupi atasan piyama berbahan satin sutra. Meletakkan dagunya di bahu Isti. "Perutku sudah ga rata lagi, banyak guratannya" "Ga papa, tetep cinta kok, dan anakku akan tumbuh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD