“Belum waktunya kamu tau wanita itu Shilla...” Shilla menarik senyum tipis dengan miris,”Kamu mengecewakan aku sekali lagi. Tapi kamu masih mau bertahan? Dengan rumah tangga kita yang seperti opera sabun murahan?” Dan Shilla keluar dari ruangan Arka. Arka tak mengejar Shilla. Cukup keributan tadi di saksikan Hassel dan reaksinya sangat luar biasa. Apa jadinya kalau Arka mengejar Shilla dan memaksakan kehendaknya? Hanya Arka yang akan di untungkan. Sedangkan Shilla akan mengalami kesulitan lagi. ^^^ Sepanjang sisa hari itu, Hassel hanya menatap Shilla dengan tatapan tak berani berkata. Berkali kali mencuri pandang pada Shilla yang terdiam. Menutup rapat mulutnya. Kebungkaman di antara keduanya. Makin menguatkan Hassel tentang opininya.

