VII

1352 Words

“Kamu tau betapa menyiksanya sebuah perasaan yang tak terbalaskan?” -             Wajah Ratih kini menjadi dingin ketika Senja mengatakan kalau ia akan kembali bekerja.             “Apa ada masalah??” tanya Ratih dengan wajah yang lesu.             Senja mengernyitkan alisnya dengan panik,”Tidak. Tidak ada masalah.” Kilah Senja, ia gugup.             Tapi kediaman Tama sekarang, di sampingnya membuat ia makin gugup. Apa ini?! Bukannya Tama sudah menyetuji agar ia bisa bekerja lagi? Lalu raut apa itu?! Seperti wajah orang yang tak terima.             Tangan Senja terhenti, tak ada gerakan memasukan makanan lagi. Padahal, perutnya yang belum terisi makanan sejak siang tadi begitu sangat lapar. Tapi suasana ini, entah kenapa. Mengenyahkan segala rasa laparnya....             “Senja in

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD