Tubuh Shilla seperti di setrum aliran listrik yang asalnya entah dari mana saat bibir Arka mendarat di pelipisnya tanpa permisi. “Selamat malam....” ucap Arka tanpa memberikan penjelasan. Kenapa ia mengaitkan kembali cincin itu pada jarinya. Laki laki itu justru berjalan ke arah sofa di depan TV dan memposisikan diri seperti hendak tidur. Shilla masih mencoba menjalankan otaknya untuk berpikir. Arka masih menyimpan cincin pernikahan mereka? Setelah bertahun tahun dan laki laki itu bahkan tak menandatangani surat cerai? Terbesit satu pertanyaan pamungkas di benak Shilla. Apa sebenarnya, selama lima tahun ini. Mereka berdua, berbagi kerinduan yang sama? Dalam diam.... Apa dengan menyimpan cincin ini, Arka mengharapkan mereka untuk kembal

