“Perbandingan yang tidak senilai! Kenapa dengan mudahnya, kamu memonopoli duniaku.” - Senja sedang berada di dalam mobil. Matanya sedang menatap berbagai snack yang Tama belikan untuknya. Rasanya ada yang sedikit aneh. Perubahan Tama misalnya. Tapi ini sangat asing, Senja sendiri merasa senang dan juga takut secara bersamaan. Entah kenapa, Senja takut kalau Tama tidak akan seperti ini lagi. ^^^ Tama menarik lengan kemejanya. Mengetukan jari jarinya di kafe terdekat dari tempat ia meeting. Matanya tak fokus pada apapun. Tama sedang melamun. Manchaster serasa sepi. Ironi, padahal Tama sedang berada di keramaian. “Your dessert, sir...” Seorang perempuan yang memakai setelan pelayan dengan kemeja putih menghampiri Tama dengan nampan muffin

