41

1190 Words

Dariel kembali manatap pantulannya yang berada di cermin. Merasa puas dengan penampilannya kali ini, ia merasa benar-benar tampan. Bukan tanpa alasan Dariel menjadi percaya diri sekali, itu semua disebabkan sweeter hasil rajutan dari Nara yang sekarang ia kenakan. Itu yang membuat senyum cerah Dariel tak pernah putus. Kemarin sore, bocah yang baru berumur sembilan tahun itu sedikit kebingungan untuk menggunakan baju apa saat acara pentas seninya. Ayah yang hanya bisa ia kabari lewat telepon atau video call itu menyarankan menggunakan jaz, tentu saja Dariel menolaknya dengan berdalih. "Sesak Ayah, leher Kakak rasanya kayak diikat." Akhirnya kegundahan hati anak itu sirna saat malamnya. Nara memanggilnya masuk ke dalam kamarnya. Dan memberikan sebuah sweeter rajutan berwarna biru cerah. I

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD