Seorang bocah lelaki melanguh pelan saat merasakan ada sesuatu yang memeluk tubuh mungilnya. Sambil menguap dan mengucek-ucek matanya, Dariel melihat ke arah kirinya tepat dimana sebuah lengan kekar kekar berbulu halus memeluk perutnya. "Ayah...." kesal Dariel dengan tangan yang masih setia mengucek matanya. Pasalnya Ayahnya itu menganggu waktu tidur liburnya. Bukannya melaspas pelukan dari tubuh anaknya, Adrian semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh mungil itu seraya menciumi puncak kepala anaknya. "Sesak Ayah...." ujar Dariel membuat senyum Adrian mengembang. Dilepaskannya tubuh kecil itu saat merasa energinya sudah terisi penuh. Baginya, pelukan Dariel adalan pengisi daya ulang untuk Adrian memulai aktivitas. Adrian terkekeh lalu menahan lengan anaknya yang terus mengucek-ucek ma

