Honeymoon Avenue

1413 Words

Marco berdiri hampir seharian di balik jendela kaca ruang kerjanya yang dapat menampakkan separuh isi kota Jakarta yang padat. Melintas sebuah ide yang tak ingin ia siakan. Menelepon Rasya. "Assalamu'alaikum!" Rasya menyambut dengan salam. "Wa'alaikummusalam. Hai Sya, apa kabar?" tanya Marco berbasa-basi sebelum memulai. "Hai Marc, aku baik. Gimana dengan kalian, Marc?" "Mm, belum benar-benar baik," jawabnya berat. "Marc?" selisik Rasya mulai resah. "Iya Sya, sejak ... kehilangan calon bayi kami, Baby masih stres berat." "Baiklah Marc, jangan teruskan aku mengerti. Kamu harus sabar, Baby hatinya sangat lembut, wajar saja dia sangat terpukul." "Hampir sejak kejadian itu--dia berubah. Aku kehilangan Baby istriku. Kamu..., ngertikan maksudku. Dia selalu menghindari-ku--setiap m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD